Nasional
Beranda ยป Berita ยป Kronologi Lengkap 5 Calon Manajer Kopdes Wafat saat Latsarmil, Syarat yang Dinilai Wajib demi ‘Ketangguhan’ Pesertanya

Kronologi Lengkap 5 Calon Manajer Kopdes Wafat saat Latsarmil, Syarat yang Dinilai Wajib demi ‘Ketangguhan’ Pesertanya

Menyoroti penuturan Kemhan RI terkait tujuan latihan dasar militer (latsarmil) yang diikuti para peserta seleksi manajer Kopdes-KNMP. (Instagram.com/@fakta.indo)

RUZKA INDONESIA — Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti ihwal kabar duka yang mengiringi proses seleksi para calon manajer program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sorotan kian tajam, usai 5 orang di antara para calon manajer Kopdes-KNMP itu dikabarkan meninggal dunia saat latihan dasar militer (Latsarmil).

Bagi yang belum tahu, Latsarmil masuk dalam syarat wajib yang diikuti para peserta seleksi, yang digelar pada berbagai wilayah satuan pendidikan (Satdik) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Di sisi lain, muncul sorotan ihwal tujuan di balik Latsarmil yang menjadi syarat wajib bagi para peserta seleksi manajer Kopdes-KNMP tersebut.

Apa Sebenarnya Tujuan Latsarmil?

Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen Ketut Gede Wetan menilai, tujuan adanya Latsarmil untuk membangun disiplin.

Kronologi Bocah Kelas 6 SD di Tangerang Diduga Dijual Ibu Kandung, Bermula saat Ayahnya Hilang Kontak

Dalam kasus ini, para calon manajer Kopdes-KNMP dinilai wajib memiliki ketangguhan dan disiplin saat bekerja di bawah tekanan.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, dan profesionalisme,” kata Ketut dalam keterangan resminya di kantor Kemhan Jakarta, pada Sabtu, 27 Juni 2026.

“Kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” sambungnya.

Apa Hubungannya dengan Tugas Manajer?

Ketut menjelaskan, para calon manajer KDKMP dan KNMP wajib memiliki pengalaman Latsarmil, karena nanti mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Kepala BKSDM Kemhan itu mengatakan, dengan jiwa kepemimpinan dan profesionalisme yang kuat, maka koperasi yang dipimpin dapat menjadi faktor penentu kuatnya perekonomian rakyat.

Karyawan Dirantai dan Terkurung dalam Gudang di Kalibaru Jakpus, Dilaporkan Tak Diberi Makan Bosnya Selama 3 Hari

“Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah,” beber Ketut.

Kendati demikian, kabar duka yang mengiringi proses seleksi Latsarmil ini hingga kini masih menjadi perhatian bagi sebagian kalangan di Tanah Air.

Tak ayal, sebagian pihak keluarga bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) itu kini dibayangi kecemasan atas adanya kabar duka tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi wafatnya 5 calon manajer Kopdes-KNMP saat Latsarmil tersebut? Berikut ini daftar lengkap dan kronologinya.

  1. Yonanda Muhammad Taufiq – Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja

Pada Rabu, 17 Juni 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda sempat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan di daerah latihan Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Latsar Calon Manajer Kopdes Jadi Sorotan, Kemhan Pastikan Pelatihan SPPI Berbeda dengan Pendidikan Militer untuk Prajurit

Kala itu, Yonanda dikabarkan sempat berjalan kaki bersama peserta lainnya.

Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan almarhum mengalami penurunan kesadaran.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan menuturkan, Yonanda kemudian dibawa ke Pos Kesehatan Satdik sebelum dokter memutuskan merujuknya ke RS dr. Noesmir Baturaja.

“Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.30 WIB dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest (henti jantung),” ungkap Yonanda dikutip dalam keterangan resminya, pada Minggu, 28 Juni 2026.

  1. Anisa Muyassaroh – Satdik Dodikjur Rindam VI Balikpapan

Pada Kamis, 18 Juni 2026, Anisa dikabarkan sempat mengikuti kegiatan pembelajaran saat Latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI Balikpapan.

Sekitar pukul 13.35 WITA, ia sempat mengeluhkan sesak napas disertai mual.

Anisa sempat dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur sebelum dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan pada pukul 14.05 WITA.

Meski telah mendapat penanganan medis, kondisinya terus memburuk hingga hasil EKG pukul 18.51 WITA menunjukkan flat asystole.

  1. Novia Rahmadhani Sihotang – Satdik Pusbahasa Kodiklatau

Pada Senin, 22 Juni 2026 sekitar pukul 14.40 WIB, Novia sempat datang ke UKS dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam.

Kondisi dikabarkan sempat melemah hingga keesokan hari sehingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa, pada pukul 06.10 WIB.

Dalam kesempatan yang sama, Ketut menuturkan, saat berada di rumah sakit, Novia menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kepala BPSDM Kemhan itu menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan adanya TB paru aktif. Novia lantas kemudian mendapat perawatan intensif di ruang ICU isolasi.

“Pada pukul 15.00 WIB kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran,” ungkap Ketut.

“Tim medis segera melakukan resusitasi jantung paru, namun pada pukul 15.13 WIB dokter menyatakan almarhumah meninggal dunia,” tambahnya.

  1. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan – Satdik Yon PARAKO 465

Pada Kamis, 26 Juni 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, Rifki sempat datang ke Ruang Kesehatan Satdik dengan keluhan sesak napas dan lemas.

Saat diperiksa, kondisinya dinilai masih stabil sehingga diberikan terapi oksigen, dan sempat istirahat sebelum kembali mengikuti kegiatan.

Sekitar pukul 18.00 WIB, keluhan sesak napas kembali muncul.

Rifki kembali dibawa ke Ruang Kesehatan dan dirujuk ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa pada pukul 18.25 WIB.

Di rumah sakit, Rifki menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes laboratorium, pemasangan alat bantu napas, hingga perawatan di ICU.

Meski telah dilakukan penanganan intensif, kondisinya terus menurun.

  1. Nola Dya Sari – Satdik C Kalimantan

Pada Jumat, 26 Juni 2026, Nola sempat mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan Teknik Perkebunan di dalam kelas tanpa mengeluhkan masalah kesehatan.

Sekitar pukul 18.45 WIB, Nola dikabarkan mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas.

Ketut menuturkan, saat itu tim kesehatan Satdik kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke IGD RS Singkawang.

Pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung mendapat penanganan medis.

Setelah dilakukan stabilisasi, ia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 20.20 WIB, Nola tiba di rumah sakit rujukan dan segera menjalani penanganan lanjutan.

“Dalam proses perawatan terjadi henti jantung sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan tindakan kardioversi,” beber Ketut.

“Namun kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB dinyatakan meninggal dunia,” tandasnya.. (***)

Jurnalis: Iwan Buche
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom