Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Jabat PM Nepal, Karki Langsung Bubarkan Parlemen dan Jadwalkan Pemilu

Jabat PM Nepal, Karki Langsung Bubarkan Parlemen dan Jadwalkan Pemilu

Presiden Nepal Ramchandra Paudel (tengah) mengambil sumpah jabatan Sushila Karki (kanan) sebagai Perdana Menteri di Kathmandu, Nepal. (Foto: PTI)
Presiden Nepal Ramchandra Paudel (tengah) mengambil sumpah jabatan Sushila Karki (kanan) sebagai Perdana Menteri di Kathmandu, Nepal. (Foto: PTI)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK–Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, resmi menjabat perdana menteri sementara untuk menggantikan PM Sharma Oli yang mundur usai unjuk rasa besar di negara tersebut.

Usai Karki membaca sumpah jabatan di hadapan Presiden Ramchandra Paudel, pada Jumat (12/09) waktu setempat. Ia pun langsung mengajukan pembubaran parlemen agar pemilihan umum dapat segera dilaksanakan.

Presiden Paudel menyetujui usulan tersebut dan menyatakan pembubaran parlemen yang terpilih dalam pemilu tahun 2022 tersebut, demikian menurut laporan media SetoPati.

Dilaporkan pula bahwa tanggal pemilu sudah ditetapkan yaitu pada 5 Maret 2026, lebih dari enam bulan dari sekarang.

Keputusan tersebut sesuai tuntutan yang disampaikan dalam unjuk rasa "Gen Z" yang mendesak perubahan besar dalam politik di negara pegunungan tersebut sejak protes meledak pada Senin (8/9).

Menyatukan Komunitas “Superbike” Asia-Pasifik Lewat Castrol Superbike Fest APAC 2026 Mei Tahun Ini

Dengan demikian, tugas utama pemerintahan sementara saat ini adalah melaksanakan pemilihan umum, menyelidiki unjuk rasa Gen Z, serta menyelidiki tindak pidana korupsi serta aset para pemimpin politik.

Sushila Karki disebut akan menunjuk kabinetnya pada akhir pekan ini.

Desakan supaya pemerintahan sementara dibentuk disampaikan dalam unjuk rasa sejak Senin yang berubah berdarah sehingga menyebabkan sekurangnya 51 warga tewas dan ratusan lainnya terluka.

Gejolak tersebut mengakibatkan ambruknya pemerintahan Perdana Menteri Sharma Oli.

Korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi terdiri dari 3 anggota kepolisian Nepal, 21 pengunjuk rasa, 18 warga lain, serta 9 tahanan, demikian menurut pihak kepolisian.(*/Anadolu)

Sekjen PBB Guterres Tegas Tolak Langkah Israel yang Gagalkan Solusi Dua Negara

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom