Lingkungan
Beranda ยป Berita ยป KLHK Luncurkan Zero Waste Zero Emission 2050 Tekan Emisi dari Sampah

KLHK Luncurkan Zero Waste Zero Emission 2050 Tekan Emisi dari Sampah

Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan) dan Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam Rakornas PSLB3 di Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan) dan Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati dalam Rakornas PSLB3 di Jakarta, Selasa (16/7/2024).

RUZKA INDONESIA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan sektor limbah dan sampah tidak akan lagi menyumbang emisi pada 2050 dengan peluncuran dokumen Zero Waste Zero Emission 2050.

"Pengelolaan sampah dan limbah merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan rendah emisi karbon dan berketahanan iklim," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) di Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Menteri LHK Siti Nurbaya mengingatkan bahwa pengelolaan sampah dan limbah merupakan salah satu dari lima sumber utama dalam upaya pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), sesuai dengan target yang tertuang di dokumen iklim Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).

Tidak hanya itu, katanya, persoalan sampah juga merupakan isu keseharian ditemukan di tengah masyarakat yang akan merasakan dampaknya jika tidak terkelola dengan baik, terutama berpengaruh terhadap kesehatan.

Untuk itu, Siti mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar mengawal kemajuan baru dalam pengelolaan sampah dan limbah dengan tujuan akhir penurunan emisi GRK.

P4KP Koordinir Pengelolaan Sampah Aktivitas Pariwisata Pantai Karang Papak Garut Selatan

Sebelumnya dalam Konferensi Perubahan Iklim COP28 di Uni Emirat Arab pada akhir 2023, KLHK sudah melakukan peluncuran awal atau soft launching dokumen rencana operasional Zero Waste Zero Emission 2050 itu.

"Dokumen Indonesia Zero Waste Zero Emission 2050 merupakan dokumen yang menguraikan pendekatan strategis dari sektor limbah untuk mencapai nol limbah pada 2040 sehingga mendekati target nol emisi dapat dicapai 2050," kata Siti.

Dengan aksi mitigasi yang dijabarkan dalam dokumen itu maka puncak emisi dari sektor sampah dan limbah akan terjadi pada 2030 yang mencapai 217 juta ton Co2 ekuivalen. Setelah mencapai puncak, diperkirakan emisi akan berkurang secara bertahap hingga pada 2050 mencapai 62 juta CO2 dan 9 juta CO2 ekuivalen pada 2060.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan bahwa salah satu langkah penting yang diusung dalam dokumen itu memastikan tidak ada lagi sampah yang terbuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena dapat menghasilkan metana, salah satu jenis GRK.

"Pada 2030 itu memang di dalam dokumen itu kita mau menerapkan kebijakan bagaimana TPA itu sudah tidak dibangun lagi pada tahun tahun tersebut," kata Vivien.

Pupuk Hayati Solusi Menciptakan Tanah Sehat Demi Pertanian Berkelanjutan

Untuk mencapainya, pemerintah mendorong pengelolaan sampah yang dimulai dari hulu dan tidak lagi melakukan praktik kumpul, angkut dan dibuang begitu saja di TPA. Vivien mengatakan pemerintah menargetkan dengan tidak ada lagi pembangunan TPA maka lokasi itu diharapkan hanya dapat menampung residu terakhir dari sampah. ****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom