RUZKA INDONESIA — Selama periode 17–24 Maret 2026, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok mencatat 75 kejadian yang ditangani.
Dari 75 kejadian, didominasi Penyelamatan non kebakaran. Dengan rincian, 11 merupakan kasus kebakaran, sedangkan 64 lainnya adalah operasi penyelamatan (rescue).
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan bahwa kejadian non-kebakaran masih mendominasi penanganan petugas di lapangan, terutama evakuasi hewan liar yang masuk ke permukiman warga.
“Selama sepekan ini kami menangani 75 kejadian, terdiri dari 11 kebakaran dan 64 penyelamatan. Kasus rescue didominasi evakuasi hewan seperti ular dan biawak,” ujar Tessy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/03/2026).
Adapun 11 kejadian kebakaran meliputi kebakaran mobil dan kabel listrik masing-masing dua kasus. Selain itu, terdapat kebakaran angkot, rumah, lapak koran, sampah, rumah makan, tabung gas bocor, serta bengkel, masing-masing satu kejadian.
Sementara itu, pada kategori penyelamatan, evakuasi ular menjadi yang paling banyak dengan 18 kejadian, disusul biawak sebanyak 13 kejadian.
Petugas Damkar Kota Depok juga menangani evakuasi kucing sebanyak lima kejadian, serta tujuh kasus kunci kendaraan tertinggal di dalam mobil atau motor.
“Selain itu, terdapat dua kejadian anak terkunci di dalam rumah, satu kasus orang tercebur sumur, serta evakuasi lansia yang terjatuh dari lantai dua,” ungkap Tessy.
Damkar Kota Depok juga menangani 7 kejadian sarang tawon, serta berbagai insiden lain seperti pohon tumbang, banjir, penyemprotan pascabanjir, hingga kejadian unik seperti jari tersangkut di gayung dan cincin yang tidak bisa dilepas.
“Tingginya angka kejadian non-kebakaran menunjukkan peran Damkar tidak hanya dalam penanggulangan kebakaran, tetapi juga sebagai layanan penyelamatan bagi masyarakat secara luas,” jelas Tessy. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar