Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป Satu-satunya Peserta Asal Asia Tenggara, Mahasiswa UI Raih Best Position Paper di PIMUN 2024

Satu-satunya Peserta Asal Asia Tenggara, Mahasiswa UI Raih Best Position Paper di PIMUN 2024

Mahasiswa FF UI, Aletha Herdimanย berhasil unjuk gigi di ajang Paris International Model United Nations (PIMUN) 2024. (Foto: Dok Humas & KIP UI)
Mahasiswa FF UI, Aletha Herdiman berhasil unjuk gigi di ajang Paris International Model United Nations (PIMUN) 2024. (Foto: Dok Humas & KIP UI)

RUZKA INDONESIA — Meski Aletha Herdiman kemungkin besar adalah peserta termuda dan satu-satunya peserta asal Asia Tenggara, namun mahasiswa Fakultas Farmasi (FF), Universitas Indonesia (UI), berhasil unjuk gigi di ajang Paris International Model United Nations (PIMUN) 2024.

Ia keluar sebagai peraih penghargaan Best Position Paper di acara tersebut. Untuk tiba pada tahap itu, sebelumnya ia menyingkirkan 15 peserta lain yang berasal dari berbagai negara di Eropa, seperti Belanda, Inggris, Prancis, dan sekitarnya.

โ€œSalah satu hambatan yang saya alami dalam pembuatan paper ini, adalah karena peserta lainnya merupakan mahasiswa magister atau mahasiswa tingkat 3 dan 4. Mereka semua berasal dari mahasiswa International Relations, Humanities, dan bahkan Hukum. Saya adalah satu-satunya mahasiswa Farmasi di sana dan sepertinya saya juga yang termuda di antara mereka semua,โ€ kata Aletha.

Aletha mengungguli peserta lain dalam dewan United Nations Security Council (UNSC) dengan topik โ€œDiscussing the International Security Impact and Response to Potential Unidentified Aerial Phenomena (UAPs)โ€.

Topik tersebut membahas urgensi, kedudukan negara, serta pengajuan solusi atas potensi implikasi UAPs pada dua domain, yaitu kemananan nasional dan penyelidikan ilmiah.

UI Melesat di Ranking Dunia WUR by Subject 2026, Seluruh Rumpun Keilmuan Naik

โ€œTopik ini sangat sulit karena informasi tentang UAPs di setiap negara masih terbatas. Bahkan PBB belum bernah mendiskusikan topik ini sebelumnya. Saya harus membuat solusi yang realistis dan orisinal sehingga dapat diimplementasikan di semua negara,โ€ kata Aletha.

Meskipun mengaku tidak mudah, Aletha menunjukkan kemampuannya dalam menganalisis isu secara mendalam dan merumuskan solusi yang komprehensif. Position Paper yang diajukannya mendapat pujian dari para juri atas ketajaman analisis, argumen yang logis, dan solusi yang realistis.

Aletha telah melewati tiga tahap, yaitu seleksi berkas, simulasi, dan wawancara. Ia lolos ke tahap selanjutnya setelah melewati simulasi yang bertajuk โ€œAvoiding Africaโ€™s Debt Hegemonyโ€.

Walaupun tidak memiliki latar belakang pada ilmu ekonomi, Aletha berusaha mempelajarinya dan dapat melanjutkan ke tahap wawancara hingga terpilih menjadi delegasi UI untuk PIMUN 2024 yang berlangsung pada 31 Mei hingga 4 Juni 2024, di Paris, Prancis.

โ€œPerjalanan menuju PIMUN tidak mudah bagi saya, salah satunya adalah saya harus memenuhi syarat probation, yaitu mengikuti lomba MUN berskala nasional sebelum mengikuti PIMUN. Selain itu, proses pembuatan proposal tentunya memakan waktu dan tenaga. Tak hanya itu, jadwal MUN bertepatan dengan masa ujian akhir semester, sehingga saya juga harus pandai membagi waktu antara kewajiban akademis dan kegiatan delegasi ini,โ€ jelasnya.

Pupuk Hayati Solusi Menciptakan Tanah Sehat Demi Pertanian Berkelanjutan

Aletha berharap, prestasinya ini dapat menginspirasi mahasiswa farmasi lainnya untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi hal-hal baru. โ€œPengalaman ini menunjukkan bahwa mahasiswa farmasi juga mampu bersaing di kancah internasional. Jangan takut untuk mencoba hal-hal yang di luar bidang, karena keterampilan yang diperoleh dapat bermanfaat di masa depan,โ€ terang Aletha.

PIMUN merupakan sebuah simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh Comitรฉ interuniversitaire des Nations unies de Paris (CINUP) dan telah diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

Dalam konferensi ini, para peserta bersama-sama merenungkan dan menciptakan solusi mereka sendiri terhadap isu-isu kontemporer, mulai dari perubahan iklim hingga krisis migrasi, isu identitas, dan ketegangan antar negara. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom