Galeri
Beranda ยป Berita ยป Makan Bubur Suro dalam Acara Intimate 1 Suro Komoenitas Makara

Makan Bubur Suro dalam Acara Intimate 1 Suro Komoenitas Makara

Komoenitas Makara berkumpul di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, pada malam 1 Suro atau 1 Muharam, yang menandai pergantian tahun Hijriyah, Kamis malam 26 Juni 2025. (Foto: Dokย Komoenitas Makara)ย 
Komoenitas Makara berkumpul di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, pada malam 1 Suro atau 1 Muharam, yang menandai pergantian tahun Hijriyah, Kamis malam 26 Juni 2025. (Foto: Dok Komoenitas Makara)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Belasan anggota Komoenitas Makara berkumpul di kawasan Tanah Baru, Beji, Depok, pada malam 1 Suro atau 1 Muharam, yang menandai pergantian tahun Hijriyah, Kamis malam 26 Juni 2025.

Mereka berkumpul untuk mengikuti acara bertajuk โ€œIntimate 1 Suroโ€, yaitu sebuah acara untuk kolega dekat yang diisi dengan beberapa agenda seperti jamasan benda pusaka atau memandikan pusaka, doa bersama, makan bubur Suro bersama-sama, dan meditasi.

Acara dimulai dengan dimandikannya keris peninggalan Sultan Hamengkubuwono VIII milik Pengawas Komoenitas Makara Yusuf Raharjo dengan minyak esential khusus, bunga 7 rupa, dan jeruk limau.

Baca juga: Ketika Obrolan Wartawan Candain Kelakuan Istri, Apakah Juga Anda Alami?

Acara dilanjut dengan doa bersama dan makan bubur Suro bersama-sama. Bubur Suro adalah hidangan bubur yang dibuat dan disantap saat perayaan Tahun Baru Islam (1 Muharram) atau dikenal juga dengan Malam 1 Suro di kalangan masyarakat Jawa.

Gupenusa, Tempat Berkumpul Para Perupa dan Penulis

Bubur ini memiliki makna mendalam sebagai simbol rasa syukur atas datangnya tahun baru dan memohon keselamatan serta keberkahan di tahun yang akan datang.

Bubur Suro biasanya terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan berbagai rempah seperti serai, daun salam, dan bumbu lainnya, sehingga memiliki rasa yang gurih.

Baca juga: Disdik Depok Kembali Buka Pendaftaran, Ini SMPN yang Kekurangan Murid

Selain itu, bubur ini sering disajikan dengan berbagai lauk, seperti opor ayam, sambal goreng labu siam, dan taburan jeruk bali serta buah delima, yang masing-masing memiliki makna simbolis.

Tradisi Bubur Suro ini juga dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh yang selamat dari banjir besar, di mana ia memasak bubur dari sisa-sisa bahan makanan yang ada di kapalnya. Oleh karena itu, Bubur Suro bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga sarat akan nilai-nilai kebersamaan, syukur, dan doa untuk keselamatan serta keberkahan.

Program CSR One Day One Love: Ruang Kasih Sayang & Inklusi Tanpa Batas di Margocity

Sebagai penutup, Pamomong Urban Spiritual Indonesia Turita Indah Setyani mengajak seluruh anggota komunitas bermeditasi sebagai bentuk refleksi diri dan rasa Syukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Inflasi di Depok Terkendali

Bagi Komoenitas Makara dengan acara ini sekaligus sebagai sarana pengharapan agar di tahun yang baru ini mendapat kemudahan dalam beraktivitas memajukan seni dan budaya Nusantara bersama dengan Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI). (***)

Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman dan Kekinian

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom