Nasional
Beranda ยป Berita ยป HIRADC dan Manajemen Risiko, Pilar Keselamatan Bangun Kekuatan Energi Nuklir Indonesia

HIRADC dan Manajemen Risiko, Pilar Keselamatan Bangun Kekuatan Energi Nuklir Indonesia

Dr. Capt. Muhammad Irwansyah, selaku Direktur PUSPINEBT ICMI Orwil Jawa Barat. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)ย 
Dr. Capt. Muhammad Irwansyah, selaku Direktur PUSPINEBT ICMI Orwil Jawa Barat. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Upaya membangun ketahanan energi nasional, Indonesia mulai melirik energi nuklir sebagai salah satu alternatif strategis untuk masa depan.

Namun, potensi energi ini harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan pengendalian risiko yang tinggi. Di sinilah peran HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) menjadi krusial.

Sebagai negara berkembang dengan kebutuhan energi yang terus meningkat, Indonesia perlu mengelola risiko operasional dan strategis dari fasilitas nuklir secara menyeluruh.

Baca juga: Segera Hadir Sumitro Institute, Bersiap Memasuki Paradigma Baru Pembangunan

HIRADC bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan merupakan pilar utama dalam sistem manajemen risiko nuklir yang terintegrasi.

Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan, Polres Garut Lakukan Ramp Check Bus dan Pemeriksaan Kesehatan Kru di Terminal Guntur

Melalui identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan langkah pengendalian yang tepat, HIRADC menjadi jaminan bahwa pengembangan energi nuklir tidak mengorbankan keselamatan manusia dan lingkungan.

โ€œEnergi nuklir bisa menjadi tulang punggung kekuatan energi nasional, tapi harus dibangun di atas fondasi keselamatan dan kepercayaan publik. HIRADC berperan besar dalam menciptakan transparansi dan kontrol terhadap risiko-risiko yang ada,โ€ ujar Dr. Capt.Muhammad Irwansyah, selaku Direktur Pusat Pengajian Inovasi Nuklir Energi Baru Terbarukan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (PUSPINEBT ICMI) Orwil Jawa Barat dalam keterangan yang diterima, Rabu (04/06/2025).

Baca juga: Catatan CaK AT: Tragedi Longsor Kreatif Gunung Kuda Cirebon

Proses HIRADC yang efektif harus melibatkan analisis multidimensi, mulai dari potensi paparan radiasi, kemungkinan kegagalan sistem pendingin reaktor, hingga risiko eksternal seperti bencana alam dan ancaman keamanan.

Penilaian risiko tidak cukup bersifat teknis, tetapi harus diperluas ke konteks manajerial dan strategis.

Kejari Majalengka Geledah Kantor KONI, Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp6 Miliar

Penerapan pendekatan manajemen risiko dalam HIRADC juga menempatkan energi nuklir dalam kerangka pembangunan nasional yang bertanggung jawab.

Baca juga: Jurnalis Senior yang Menjaga Logika

Dengan mendasarkan pengambilan keputusan pada data dan proyeksi risiko yang objektif, pemerintah dan pelaku industri dapat memastikan bahwa pembangunan fasilitas nuklir berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.

Regulasi nasional melalui BAPETEN telah menetapkan standar tinggi untuk sistem keselamatan nuklir, termasuk kewajiban pelaksanaan HIRADC secara berkala.

Namun, integrasi antara HIRADC dan manajemen risiko korporat masih memerlukan penguatan dari sisi budaya organisasi, pelatihan, dan komitmen pimpinan.

Peringati Nuzulul Quran, Kapolres Depok Buka Puasa Bersama 100 Anak Yatim

Baca juga: Kesaktian Pancasila, Ini Dialog Presiden Soekarno dengan Presiden Josef Broz Tito

Ketika Indonesia semakin serius mengembangkan teknologi nuklir sebagai bagian dari transisi energi, penerapan HIRADC yang sistematis dan manajerial akan menjadi salah satu indikator kesiapan bangsa.

Lebih dari sekadar alat teknis, HIRADC adalah representasi dari komitmen Indonesia dalam mengelola energi masa depan dengan cara yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

Dengan menjadikan HIRADC sebagai bagian dari kekuatan manajemen risiko nasional, Indonesia dapat membuktikan bahwa energi nuklir bukan ancaman, melainkan peluang strategis yang dapat dikelola untuk kemakmuran dan kemandirian bangsa.

Baca juga: Catatan Cak AT: Homo Erectus Purba di Laut Madura

Catatan redaksi:

HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) adalah proses identifikasi potensi bahaya di tempat kerja, penilaian tingkat risikonya, dan penentuan langkah pengendalian yang tepat.

Dalam industri nuklir, HIRADC merupakan bagian dari sistem manajemen keselamatan dan risiko yang menentukan kesiapan suatu fasilitas untuk beroperasi secara aman. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom