RUZKA INDONESIA – Keringetan abis lari di GBK, pegangan di KRL, atau seharian nongkrong di coworking space.
Menurut dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, itu momen-momen kulit kena paparan mikroorganisme lebih tinggi. Tapi bukan berarti harus antiseptik tiap mandi.Lewat kampanye “Social-Ready Hygiene” di BeautyFest Asia 2026, Betadine Cleanser bareng dr. Danar ngajarin konsep “Reset Clean”: paham timing kapan kulit butuh bantuan antiseptik biar tetap pede sosialisasi.
“Kulit kita alami jadi tempat hidup bakteri. Bau badan bukan dari keringat, tapi bakteri yang ngurai komponen keringat. Buat harian, sabun biasa cukup. Yang beda itu pas paparan tinggi: habis ngegym bareng, commuting, atau di ruang publik lama,” jelas dr. Danar, Jumat (30/5/2026).
WHO sebut kebersihan tangan & kulit penting cegah penyebaran kuman di fasilitas publik. Betadine Cleanser dengan 7,5% Povidone-Iodine terbukti lab efektif lawan mikroorganisme dalam 30 detik.
“Penting didiamkan 30 detik sebelum dibilas biar antiseptik kerja maksimal. Ini bukan rutin, tapi saat dibutuhkan aja,” tambah dr. Danar.
Biar Relate sama Anak Muda
Michica Wijaya, Brand Manager iNova Pharmaceuticals bilang, gaya hidup aktif bikin Betadine harus relevan. Makanya gandeng ilustrator Dinda Puspitasari buat kemasan 3 persona: The Commuter, The Explorer, The Social.
“Aku pengen sampaikan kalau mindful soal higienitas bisa jadi bagian self-expression generasi sekarang,” kata Dindaps.
Booth Betadine ada di BeautyFest Asia 2026, Kota Kasablanka sampai 31 Mei 2026. Ada challenge & merchandise eksklusif. ***




Komentar