Nasional
Beranda » Berita » Dialog Prabowo dengan Tokoh Kritis Layak Diapresiasi

Dialog Prabowo dengan Tokoh Kritis Layak Diapresiasi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh kritis di kediamannya layak diapresiasi.

Menurut Pengamat Komunikasi Pokitik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga, hal itu mengindikasikan Prabowo tidak menganggap musuh kepada pihak-pihak yang berseberangan dengannya. Prabowo justru mengundang para tokoh kritis untuk berdiskusi.

“Namanya diskusi tentu dimaksudkan untuk mempersamakan persepsi mengenai berbagai persoalan bangsa. Dengan cara ini, diharapkan gap pendapat dalam membangun bangsa dan negara dapat diminimalkan,” ungkap Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Senin (02/02/2026) petang.

Meminimalkan gap pendapat itu diperlukan agar sebanyak mungkin anak bangsa turut terlibat dalam membangun bangsa. Hal ini akan menjadi modal besar dalam membangun bangsa, terutama dalam ketidakpastian politik dan ekonomi dunia saat ini.

Jamil menambahkan, pertemuan dengan para tokoh kritis juga dapat meminimalkan distorsi informasi mengenai persoalan bangsa. Prabowo tidak hanya mendapat informasi dari ring satunya saja, tapi juga dari kelompok anak bangsa lainnya.

Hari ke-10 Pencarian, 80 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dievakuasi, 58 Sudah Teridentifikasi

“Hal itu perlu dilakukan mengingat masih kentalnya budaya asal bapak senang (ABS). Sebab, bisa saja ring satu Prabowo hanya menyampaikan informasi yang menyenangkan saja. Informasi lain yang dinilai tidak menyenangkan tidak disampaikan ke Prabowo. Akibatnya, Prabowo tidak mengetahui situsi dan kondisi bangsa yang sebenarnya,” tandasnya.

Dengan berdialog bersama tokoh kritis, Prabowo dapat informasi lain yang tidak diperolehnya dari ring satunya. Dengan begitu, Prabowo mendapat informasi yang lebih utuh tentang bangsa dan negara.

Informasi seperti itu bila digunakan untuk mengambil kebijakan tentu akan lebih berpeluang diterima berbagai lapisan masyarakat. Dengan begitu, lanjut Jamil, kebijakan yang diambil akan mendapat banyak dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

“Jadi, selama pertemuan dengan tokoh kritis dimaksudkan untuk memperbaiki bangsa, tentu layak didukung. Sebab, melibatkan semua anak bangsa dalam membangun merupakan keniscayaan,” imbuh mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Menurut Jamil, pertemuan semacam itu perlu diperluas, agar semua anak bangsa dapat memberi kontribusi dalam pembangunan. Hal ini juga akan memperkecil dikotomi pendukung dan penolak Prabowo.

Presiden Prabowo: Pemimpin Harus Hadir untuk Rakyat, Bukan Diri Sendiri!

“Terminologi tersebut menjadi tidak relevan bila dialog dengan berbagai lapisan anak bangsa dilakukan presiden dengan tulus dan terbuka. Hasil dialog itu juga idealnya disampaikan secara terbuka ke masyarakat,” pubgkas Jamil. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom