Bisnis
Beranda » Berita » AFTECH: Rp1.388 Triliun Pindar Tersalurkan, 40% ke UMKM yang Pertama Kali Dapat Akses Modal

AFTECH: Rp1.388 Triliun Pindar Tersalurkan, 40% ke UMKM yang Pertama Kali Dapat Akses Modal

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto. Foto: dok ruzkaindonesia

RUZKA INDONESIA – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menegaskan komitmen mendukung ekosistem pinjaman daring (pindar) yang sehat dan berdampak nyata. AFTECH menyebut industri ini bukan sekadar menyalurkan pinjaman, melainkan membuka akses keuangan bagi masyarakat yang selama ini tak terlayani perbankan formal.

Data industri mencatat, sejak beroperasi, total akumulasi penyaluran pinjaman pindar telah melampaui Rp1.388 triliun. Lebih dari 169 juta borrower aktif terlayani, dengan 38-40 persen di antaranya adalah pelaku UMKM yang mendapat akses pendanaan untuk pertama kalinya. Lebih dari 90 persen borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.

“Ada ketidakseimbangan narasi yang perlu dikoreksi, salah satunya tentang jutaan borrower yang berhasil tidak pernah jadi berita. Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang tersebut, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh,” ujar Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, dalam keterangan resmi di Jakarta.

Firlie mencontohkan, banyak borrower meminjam untuk beli stok dagangan, bayar biaya sekolah anak, atau tambal modal saat arus kas seret, lalu melunasi pinjaman tanpa masalah. “Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini,” katanya.

Standar Tata Kelola Ketat

PLN Listriki Data Center Digital Edge 2×725 MVA, Jadi Pasokan Terbesar untuk Pusat Data di RI

Firlie menambahkan, AFTECH memastikan seluruh penyelenggara pindar anggotanya beroperasi di atas standar tata kelola ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik.

“Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. AFTECH tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu,” tegasnya.

Dampak di Lapangan

Direktur Utama Easycash, Nucky P. Djatmiko, menggambarkan perubahan perilaku ekonomi di antara pengguna. “Yang kami lihat adalah bagaimana seorang borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah punya beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal. Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya,” kata Nucky.

Easycash mencatat sebagian besar penggunanya berasal dari segmen yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan konvensional.

Polytron G3+ Series Hadir Sebagai Official EV Partner di Polytron Indonesia Open 2026

Senada, Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama, menyebut dampak pinjaman produktif menjalar ke rantai ekonomi sekitar. “Ada sesuatu yang sangat kuat yang terjadi ketika seseorang yang tidak pernah dianggap layak oleh sistem keuangan formal, untuk pertama kalinya mendapatkan kepercayaan berupa modal. Dampaknya ke tenaga kerja yang terserap, pemasok lokal yang ikut tumbuh, dan perputaran uang yang aktif di tingkat komunitas,” ungkap Yonathan.

Dorongan Transparansi Data

AFTECH saat ini menaungi sembilan penyelenggara pindar aktif: Easycash, Samir, AdaKami, Amartha, Julo, Indosaku, PinjamDuit, LumbungDana, dan Danai. Seluruhnya berada dalam pengawasan OJK dan komitmen bersama terhadap tata kelola bertanggung jawab.

AFTECH mendorong seluruh anggota untuk proaktif mempublikasikan data dampak platform, termasuk repayment rate, jumlah UMKM yang didanai, dan laporan audit collection sebagai bentuk transparansi ke publik.

“Kami ingin masyarakat melihat pindar sebagaimana adanya: industri yang lahir dari masalah nyata, tumbuh dengan inovasi yang bertanggung jawab dan terus berkomitmen untuk melayani mereka yang paling membutuhkan akses keuangan,” pungkas Firlie. ***

REDMI Pad 2 9.7: Rekomendasi Tablet untuk Pelajar dan Anak Muda

Editor: Yoyok Bepe

Email: yoyokbp@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan






Kolom