RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Festival Olahraga Tradisional Pelajar Tingkat Kota Depok 2026.
Tujuannya agar para pelajar tetap memainkan olahraga tradisional ditengah maraknya permainan digital.
Bagi para guru, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan juga menjadi kesempatan untuk dapat melestarikan permainan warisan daerah kepada generasi muda.
Guru olahraga SDN Mekarjaya 28, Kecamatan Sukmajaya, Wahid Candra Irawan, mengatakan kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberadaan permainan tradisional.
Permainan tradisional perlu terus dikenalkan dan dikembangkan agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Terlebih, permainan tradisional telah menjadi bagian dari pembelajaran olahraga di sekolah.
โPermainan tradisional ini juga sudah masuk ke dalam rencana pembelajaran kami di mapel olahraga,โ ujar Wahid dalam keterangan yang diterima, Selasa (08/09/2026).
Ajang Melatih Kemampuan
Menurut Wahid, pengenalan permainan tradisional tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas.
Selain membuat siswa lebih mengenal permainan daerah, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk melatih kemampuan mereka sebelum mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
โMenurut saya, permainan-permainan tradisional ini harus terus dikembangkan karena berasal dari daerah-daerah,โ terangnya.
Semangat itu pula yang mendorong Wahid bersama para siswa untuk terus mempersiapkan diri membawa nama Kota Depok pada kompetisi serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Latihan akan terus dilakukan dengan mengedepankan disiplin, komitmen, optimisme, dan tanggung jawab.
โKami akan terus berlatih untuk membawa nama Kota Depok,โ tegasnya.
Mencintai Warisan
Bagi Wahid, semakin sering permainan tradisional dimainkan, semakin besar pula peluang anak-anak untuk mengenal dan mencintai warisan budaya tersebut.
Hal senada disampaikan Guru Olahraga SDN Mekarjaya 20, Kecamatan Sukmajaya, Adi Pratama.
Ia mengatakan permainan tradisional hingga kini masih menjadi bagian dari materi pembelajaran olahraga di sekolah.
โDalam proses pembelajaran, materi permainan tradisional juga masih ada,โ ujar Adi.
Menurutnya, festival seperti ini memberikan pengalaman berbeda bagi siswa.
Mereka tidak hanya belajar aturan dan teknik permainan, tetapi juga merasakan langsung keseruan bermain bersama teman-teman.
Dapat Dilaksanakan Setiap Tahun
Karena itu, ia berharap Festival Olahraga Tradisional Pelajar dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
โSudah bagus kalau diadakan setiap tahun. Kalau bisa, jangan dihilangkan dan terus dilaksanakan. Dengan begitu, anak-anak tidak lupa dengan permainan tradisional,โ pungkas Adi.
Bagi para guru, keberlanjutan festival menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga permainan tradisional tetap hidup. Sebab, permainan yang diwariskan dari generasi ke generasi hanya akan tetap lestari jika terus dimainkan dan dikenalkan kepada anak-anak. (***)
Jurnalis: Risjaddin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar