Nasional
Beranda ยป Berita ยป Evaluasi MBG: CIPS Dorong Desentralisasi Peran ke Pemda dan Sekolah

Evaluasi MBG: CIPS Dorong Desentralisasi Peran ke Pemda dan Sekolah

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii saat mengunjungi korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, (Foto Kemenag/Ruzka Indonesia)

RUZKA INDONESIA โ€“ Kasus dugaan keracunan yang menimpa sedikitnya 566 siswa dan santri di Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan.

Meski kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) telah berganti dan berbagai langkah perbaikan dilakukan, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai persoalan utama MBG belum terselesaikan.

โ€œKasus keracunan yang menimpa ratusan penerima MBG di Sidoarjo, setelah insiden serupa yang terjadi di Semarang dan Papua dalam beberapa waktu terakhir, membuktikan bahwa upaya perbaikan saat ini belum menyentuh akar masalah dari desain tata kelola dan mekanisme pengawasan MBG,โ€ ungkap Jimmy Daniel Berlianto, Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS, Jumat (4/9/2026).

Desain Sentralistis Jadi Kendala

CIPS menilai desain tata kelola MBG saat ini masih menggunakan pendekatan sentralistis atau top-down.

Dilaporkan Warga, Jamwas Kejagung Berikan Penjelasan Jalur Hukum Kasus PT Genesis

Padahal hasil studi terbaru CIPS 2026 menunjukkan kebijakan tersentral tidak efektif karena membatasi pengawasan dan menyulitkan penyesuaian dengan konteks lokal.

Perubahan yang dilakukan BGN juga belum menyasar aspek prioritas, seperti pembagian ranah dan wewenang antara pemerintah pusat dan aktor-aktor lokal dalam implementasi MBG.

Akibatnya, persoalan yang sama terus terjadi: masalah keamanan pangan dan kedisiplinan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku unit operasional yang bertugas mengelola, menyiapkan, dan mendistribusikan makanan.

Belajar dari Jepang dan Tiongkok

Studi CIPS menemukan, tata kelola program serupa di negara lain seperti Jepang dan Tiongkok jauh lebih efektif karena membagi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperhatikan kebutuhan lokal yang beragam.

Program Berkelanjutan BPKH dan Gagasan Kampung Haji di Jembrana Bali

โ€œPengalaman program sejenis di berbagai negara menunjukkan bahwa efektivitas program distribusi makan bergizi seperti MBG sangat ditentukan oleh peran aktor lokal dalam desain tata kelolanya. Ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia,โ€ lanjut Jimmy.

Rekomendasi: Bagi Peran Pusat dan Daerah

CIPS mendorong pemerintah mengutamakan reformasi tata kelola MBG melalui pembagian peran yang jelas:

  1. Pemerintah Pusat: Menetapkan standar nasional untuk keamanan pangan, kualitas layanan, standar gizi, indikator kinerja, serta mekanisme monitoring dan pelaporan.
  2. Aktor Lokal: Pemda hingga Sekolah: Menentukan pilihan bahan pangan, model operasional, dan pengadaan yang paling efektif. Termasuk memilih pola distribusi: melalui SPPG, distribusi langsung sekolah, atau komunitas.

โ€œTidak semua daerah menghadapi tantangan yang sama. Karena itu, aktor lokal perlu diberi ruang yang lebih besar untuk menentukan model implementasi yang paling sesuai, sementara pemerintah pusat berfokus pada penetapan standar dan pengawasan. Pendekatan berbasis komunitas ini penting agar tujuan MBG dapat tercapai secara lebih efektif,โ€ pungkas Jimmy. ***
Editor: Yoyok BP
Email: yoyokbp@gmail.com

Tekan Gangguan Kamtibmas, Polisi Amankan Knalpot Brong dari Pelajar di Kabupaten Garut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

05

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

06

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

07

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center

Sorotan






Kolom