RUZKA INDONESIA — Tokoh dan pemerhati budaya asal Kabupaten Majalengka, H. Baya, menyampaikan duka atas kematian Tata Hendro alias Ki Danu.
Pegiat budaya Sunda itu tewas dalam peristiwa pembunuhan di Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
H. Baya mengatakan mengenal Ki Danu melalui sejumlah kegiatan seni dan budaya.
Keduanya beberapa kali bertemu dalam kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Sunda.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucap H. Baya saat ditemui RUZKA INDONESIA di kediamannya, Rabu (19/08/2026).
Menurut H. Baya, kematian Ki Danu merupakan kehilangan bagi kalangan yang selama ini bergerak di bidang seni dan budaya. Ia pun mengecam tindakan yang menyebabkan nyawa Ki Danu melayang.
“Saya pribadi mengecam keras tindakan pelaku yang menghilangkan nyawa. Semoga aparat kepolisian memberikan hukuman yang setimpal,” terangnya.
H. Baya juga menyampaikan belasungkawa atas nama keluarga besar Danghyang Rundayan Talaga dan para pecinta seni budaya.
“Kami keluarga Danghyang Rundayan Talaga, pecinta seni budaya, turut berduka cita,” kata H. Baya.
Ki Danu ditemukan tewas di kebun singkong
Tata Hendro alias Ki Danu, 45 tahun, ditemukan tewas di lahan kebun singkong di Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Lokasi penemuan jenazah berada tak jauh dari rumah korban.
Ki Danu ditemukan dalam kondisi bersimbah darah. Terdapat luka robek pada bagian leher yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa itu kemudian ditangani kepolisian. Petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.
Dilansir dari Detik.com, Kapolsek Karangjaya Inspektur Satu Saptaji membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, seorang pria berinisial E, 35 tahun, telah diamankan dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya.
“Tersangka sudah langsung dibawa ke Polres, barusan berangkat. Untuk korban sudah dibawa ke RSUD dr. Soekardjo,” kata Saptaji.
Saptaji mengatakan E merupakan tetangga korban. Rumah keduanya berjarak sekitar 200 meter.
“Jarak rumah korban dan pelaku itu dekat, masih tetanggaan, jarak sekitar 200 meter,” ujar dia.
Kepolisian masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap kronologi dan motif pembunuhan.
Pemeriksaan terhadap terduga pelaku serta pengumpulan barang bukti dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Ki Danu meninggal.
Bagi H. Baya, kematian Ki Danu bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga. Kepergian pria yang dikenal mencintai seni dan budaya Sunda itu juga meninggalkan kehilangan di lingkungan para pegiat kebudayaan. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com











