RUZKA INDONESIA — Widya Inayah, mahasiswa Magister Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) dengan peminatan Field Epidemiology Training Program (FETP), meraih penghargaan 3rd Best Oral Presentation pada The 13th National Scientific Conference on Epidemiology (NSCE) 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi penelitian berjudul โFaktor Individual dan Kontekstual yang Berhubungan dengan Kejadian Campak di DKI Jakarta Tahun 2021โ2025: Analisis Multilevelโ pada konferensi yang diselenggarakan di Jakarta, pada 4โ7 Agustus 2026.
Penelitian tersebut merupakan bagian dari tesis Widya di bawah bimbingan Dr. rer. medic. drg. Dwi Gayatri, M.P.H. Melalui penelitian ini, Widya menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian campak di DKI Jakarta dengan melihat karakteristik individu dan kondisi lingkungan tempat tinggal.
Dalam penelitiannya, Widya menggunakan data surveilans campak rutin DKI Jakarta periode 2021โ2025 yang dipadukan dengan sejumlah data kontekstual.
Data tersebut seperti cakupan imunisasi Measles Containing Vaccine (MCV)1 dan MCV2, cakupan vitamin A, kepadatan penduduk, serta klasifikasi permukiman berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2024.
Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan multilevel pada tingkat individu, RW, dan kelurahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko campak tidak hanya berkaitan dengan karakteristik individu, tetapi juga dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.
Individu dengan karakteristik yang sama dapat memiliki tingkat risiko yang berbeda ketika tinggal di wilayah dengan kondisi imunisasi, kepadatan penduduk, dan karakteristik permukiman yang berbeda.
โRisiko campak tidak hanya ditentukan oleh karakteristik individunya, tetapi juga oleh lingkungan tempat individu tersebut tinggal,โ ujar Widya.
Menurut Widya, temuan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi wilayah dalam upaya pencegahan dan pengendalian campak.
Pendekatan tersebut dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih berdasarkan kondisi lingkungan dan karakteristik masyarakatnya.
Pencapaian Widya sejalan dengan tema NSCE 2026, yaitu โFuture Epidemiology: Accelerating Multi-Source Surveillance and Synergizing One Health for Global Health Resilienceโ, yang mengangkat pentingnya penguatan surveilans melalui pemanfaatan berbagai sumber data serta pendekatan One Health dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Dekan FKM UI, Prof. Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Widya. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa FKM UI dalam membawa hasil penelitian yang relevan dengan persoalan kesehatan masyarakat ke forum ilmiah nasional.
โPrestasi Widya menunjukkan bahwa mahasiswa FKM UI mampu menghasilkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat sekaligus mengomunikasikan hasilnya melalui forum ilmiah. Capaian ini membanggakan dan menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis serta menghasilkan bukti ilmiah yang relevan bagi kesehatan masyarakat,โ ujar Prof. Indri.
Ia menambahkan, penelitian yang melihat hubungan antara faktor individu dan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan epidemiologi dan penyusunan intervensi kesehatan masyarakat.
โEpidemiologi tidak hanya melihat siapa yang berisiko, tetapi juga perlu memahami konteks lingkungan yang dapat memengaruhi risiko tersebut. Penelitian seperti yang dilakukan Widya dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit,โ kata Prof. Indri.
Capaian Widya menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UI dalam pengembangan ilmu epidemiologi dan penyebarluasan hasil penelitian di forum ilmiah nasional.
Melalui pendidikan epidemiologi dan FETP, UI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian serta menghasilkan bukti ilmiah yang dapat mendukung penyelesaian berbagai persoalan kesehatan masyarakat. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com











