Nasional
Beranda ยป Berita ยป Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra Kasih Paham Hasan Nasbi, Negara Gagal dalam Pemberantasan Korupsi

Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra Kasih Paham Hasan Nasbi, Negara Gagal dalam Pemberantasan Korupsi

Foto ilustrasi diskusi Hasan Nasbi dengan Fatimah Azzahra. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Dalam diskusi di TV One News, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi dikasih paham sama Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra terkait penanganan korupsi.

Hasan Nasbi menjelaskan, ketika korupsi terjadi, harus paham white colour crime itu cangih. Jadi tidak sesederhana melihat copet kemudian tangkap tangan, begitulah lagi copet.

Tapi, white colour crime ini cangih dan muter-muter. Jadi, ketika ingin mengungkapnya harus mempunyai fakta-fakta yang kuat.

“Dan, sekarang setelah fakta-fakta kuat, temuan BPKP yang luar biasa, ini langsung di eksekusi tanpa tedeng aling-aling Presiden berhentikan orangnya, dan orangnya besok langsung ditahan langsung di usut oleh Kejaksaan Agung,” ungkapnya.

Menurut Hasan Nasbi, hal itu sebagai bentuk komitmen dan itu orang yang sangat dekat dengan Presiden. Jadi bukan orangnya yang jaraknya satu kilo dari Presiden, itu orangnya jaraknya satu meter dari Presiden, tanpa tedeng aling-aling.

Gubernur Pramono Anung Dukung Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin 2026, PWI Jaya Ajak Wartawan Abadikan Perjalanan Jakarta Menuju Lima Abad

“Jadi, ini bentuk komitmen dari mengedepankan pemberantasan korupsi karena bagian dari Asta Cita itu juga poin terpentingnya dalam pemberantasan korupsi,” terangnya.

Jadi, lanjut Hasan Nasbi, pemerintah dalam hal ini tidak minta dikasihani. Pemerintah ingin menjelaskan supaya, sudut pandang masyarakat itu tidak hanya 45 derajat, tidak hanya 90 derajat, tapi bisa berputar, bisa melihat keseluruhan aspek, sehingga nanti bisa menimbang dengan adil.

“Kita tidak akan mendikte timbangannya akan seperti apa? Tapi kalau kita sudah ajak memutar semuanya, saya yakin timbangannya meski versi masing-masing, akan jauh lebih adil,” jelasnya.

Penjelasan Cerdas Fatimah Azzahra

Tampak, Fatimah Azzahra menyimak apa yang diutarakan Hasan Nasbi dan sepertinya sudah tidak sabar ingin memberikan pemahaman.

“Bang Hasan Nasbi ya. Tadi mengatakan bahwa ini orang terdekat Presiden, sehingga lagi-lagi itu adalah suatu bentuk komitmen, lagi-lagi. Mungkin disinilah kita aggre to this aggre ya bahwa ternyata barometer bagi pemerintah mungkin adalah menangkap orang yang dekat dengan kita, menangkap orang tanpa tedeng aling-aling, tapi masalahnya bagi mahasiswa, bagi rakyat, mungkin ya, bahwa keberhasilan itu adalah ketika tidak ada lagi korupsi,” tutur Fatimah Azzahra.

Meningkatkan Penyaluran dan Perkuat Distribusi BBM Pertamina di Sejumlah Wilayah

Dengan cerrdas, dia mengutarakan, sehingga yang harus dikejar itu adalah sistem bukan perorangan. Dalam satu konsep bernegara, tidak mengincar orang untuk membuat negara ini tidak ada lagi korupsinya.

“Kita mengejar sistem, bagaimana bisa menerapkan suatu sistem yang seminimal mungkin terjadi korupsi. Nah, ketika orang terdekat Presiden aja melakukan korupsi, bisa melakukan korupsi, padahal Presidennya show what full, jadi kalau kita ibaratkan tadi dari bang Hasan Nasbi kan, Prabowo sudah mengawasi semuanya nih, kalian semua jangan sampai korupsi. Tapi, disini aja ada yang korupsi, bagaimana yang disana, jauh-jauh disana,” papar Fatimah Azzahra.

Jadi, lanjut Fatimah Azzahra, sebetulnya adanya korupsi dan di tangkap dan sebagainya itu bukan bukti keberhasilan.

“Tapi itu adalah bukti bahwa sistem yang dibentuk itu masih gagal untuk menghindar kita dari kerugian korupsi,” pungkasnya.

Hasan Nasbi sepanjang penjelasan Fatimah Azzahra tampak terdiam dan sesekali menganguk malu. (***)

Diduga Belum Ada Izin, Pembangunan Warung Baso Rudal di Kawasan Metland Transyogi Bogor

Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom