Nasional
Beranda ยป Berita ยป Bajak Kader Partai Lain, Jamiluddin Ritonga: PSI Akan Tetap Jadi Partai Gurem

Bajak Kader Partai Lain, Jamiluddin Ritonga: PSI Akan Tetap Jadi Partai Gurem

Padahal di balik kebanggaan itu, sesungguhnya ada kegagalan kaderisasi di PSI. Bahkan hal itu mengindikasikan di PSI sedang terjadi krisis figur. Krisis figur itu juga menyentuh Ketua Umumnya. Untuk menambalnya, maka ditunjuklah Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Padahal di balik kebanggaan itu, sesungguhnya ada kegagalan kaderisasi di PSI. Bahkan hal itu mengindikasikan di PSI sedang terjadi krisis figur. Krisis figur itu juga menyentuh Ketua Umumnya. Untuk menambalnya, maka ditunjuklah Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Ketua Harian DPP Partai Solitaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan, ada lebih dari 10 kader dari berbagai partai lain yang akan bergabung ke partainya.

Pernyataan tersebut disoroti Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga kepada RUZKA INDONESIA, Sabtu (21/06/2026) pagi. Menurut Jamil, pengakuan Ahmad Ali itu menunjukkan rasa bangganya PSI mampu membajak kader partai lain. Ahmad Ahli ingin menunjukkan seolah PSI sebagai partai yang lebih menarik, terbuka, dan memiliki masa depan lebih baik.

“Padahal di balik kebanggaan itu, sesungguhnya ada kegagalan kaderisasi di PSI. Bahkan hal itu mengindikasikan di PSI sedang terjadi krisis figur. Krisis figur itu juga menyentuh Ketua Umumnya. Untuk menambalnya, maka ditunjuklah Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI,” papar Jamil.

Biasanya, lanjut Jamil, Ketua Harian ditunjuk bila Ketua Umumnya sibuk. Namun Kaesang Pangarep tidak termasuk kategori tersebut.

“Dengan ketua umum dan kader yang ada saat ini, PSI tampaknya tidak yakin dapat meningkatkan elektoral partainya. PSI juga yakin tak mampu melenggang ke Senayan pada Pileg 2029. Untuk menutupi hal itu, PSI melakukan pendekatan pragmatis dengan membajak kader partai lain. Dengan cara ini, PSI berharap dapat memperoleh figur yang memiliki modal sosial, popularitas, dan pendukung setia,” imbuh Jamil.

Tergeletak di Area Persawahan Malangbong Garut, Polisi Tangani Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Dengan cara itu, Jamil melihat PSI tidak perlu mengeluarkan sumber daya yang besar dan waktu yang panjang untuk membentuk dan membesarkan kader dari nol. PSI dalam waktu sekejap mendapat kader yang siap bertarung untuk memenangkan partainya pada Pileg 2029.

“Namun harapan itu dapat terwujud bila kader lain yang dibajak PSI memang memiliki modal sosial, popularitas, dan pendukung setia yang besar. Nyatanya dari nama-nama yang eksodus ke PSI umumnya sosok yang biasa-biasa saja. Hanya satu dua orang yang masuk level sedang, seperti Rusdi Masse. Lainnya hanya mantan bupati, mantan DPR RI, dan mantan-mantan lainnya. Di Indonesia namanya mantan, termasuk Joko Widodo, pendukungnya akan turun secara signifikan,” tandas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Jamil menambahkan, kecil kemungkinan kader yang eksodus ke PSI dapat membawa pendukungnya dalam jumlah besar. Kalau pun ada, hanya pendukung setianya. Kasus di Indonesia, lebih banyak massa mengambang daripada pendukung setia.

“Jadi, kalau PSI mengandalkan kader hasil bajakan untuk bisa masuk Senayan pada Pileg 2029, tampaknya akan gigit jari. PSI akan tetap jadi partai gurem dan hanya bisa bermimpi seolah-olah sudah di Senayan,” tandasnya. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Pemerintah dan PLN Perluas Akses Listrik Lewat Lisdes dan BPBL, Target 225.000 Rumah Tangga pada 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom