Nasional
Beranda ยป Berita ยป Prabowo Bakal Modernisasi 10 Ribu Puskesmas, Disoroti Senator Jakarta

Prabowo Bakal Modernisasi 10 Ribu Puskesmas, Disoroti Senator Jakarta

Di banyak daerah, terutama wilayah terpencil, kepulauan, dan perbatasan, puskesmas sering menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Di banyak daerah, terutama wilayah terpencil, kepulauan, dan perbatasan, puskesmas sering menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memodernisasi 10.000 puskesmas dalam tiga tahun ke depan disambut positif oleh Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga pemerhati kesehatan Fahira Idris. Menurutnya, langkah ini merupakan kebijakan strategis yang berpotensi menjadi salah satu transformasi layanan kesehatan primer terbesar dalam sejarah Indonesia jika dilaksanakan secara menyeluruh dan berorientasi pada kualitas layanan.

โ€œKomitmen Presiden Prabowo memodernisasi 10.000 puskesmas patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan pada penguatan layanan kesehatan primer yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Namun modernisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai renovasi bangunan, tetapi harus menjadi momentum menghadirkan puskesmas yang lebih modern, berkualitas, mudah diakses, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masa kini,โ€ ujar Fahira Idris dalam keterangannya, Kamis (11/06/2026) malam.

Fahira Idris mengungkapkan, di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes, kanker, dan gangguan kesehatan akibat perubahan gaya hidup masyarakat, peran puskesmas menjadi semakin penting. Puskesmas tidak lagi cukup hanya menjadi tempat berobat, tetapi harus menjadi pusat deteksi dini, pencegahan penyakit, edukasi kesehatan, serta penguatan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, modernisasi puskesmas juga sangat relevan dengan tantangan geografis Indonesia yang luas dan beragam. Di banyak daerah, terutama wilayah terpencil, kepulauan, dan perbatasan, puskesmas sering menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat.

Untuk memastikan program ini berdampak nyata bagi masyarakat, Fahira Idris menyampaikan beberapa rekomendasinya.

Masjid Out of The Box: Dari Gagasan Menuju Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat

Pertama, modernisasi harus berbasis layanan, bukan sekadar renovasi fisik. Menurut Fahira Idris, indikator keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari jumlah gedung yang diperbaiki, tetapi juga dari peningkatan kualitas pelayanan, kecepatan penanganan pasien, kepuasan masyarakat, serta kemampuan puskesmas dalam mendeteksi dan mencegah penyakit sejak dini.

Kedua, memastikan pemerataan tenaga kesehatan berkualitas hingga daerah terpencil. Fahira Idris menilai alat kesehatan modern tidak akan optimal tanpa dukungan dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan lainnya yang memadai. Oleh karena itu, kebijakan redistribusi tenaga kesehatan dan pemberian insentif khusus bagi daerah terpencil harus menjadi bagian dari program modernisasi.

Ketiga, memastikan seluruh alat kesehatan modern benar-benar operasional dan didukung SDM yang terlatih. Rencana distribusi X-Ray, USG, EKG, serta berbagai alat diagnostik lainnya harus diikuti dengan pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan, sistem pemeliharaan yang baik, serta ketersediaan teknisi agar alat tidak hanya menjadi pajangan.

Keempat, memperkuat fungsi promotif, preventif, dan deteksi dini penyakit. Fahira Idris menekankan bahwa keberhasilan sistem kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya orang yang berobat, tetapi juga dari semakin sedikitnya masyarakat yang jatuh sakit.

Program edukasi kesehatan, skrining rutin, imunisasi, serta pencegahan penyakit harus menjadi prioritas utama.

Jelang Tasyakur Nelayan,RN Rancabuaya Garut Benahi Kawasan Pantai

Kelima, mengintegrasikan puskesmas dengan posyandu, puskesmas pembantu, kader kesehatan, sekolah, dan komunitas yang diharapkan layanan kesehatan primer harus hadir lebih dekat kepada masyarakat. Integrasi ini penting agar pelayanan kesehatan mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, usia produktif, hingga lansia.

Keenam, mempercepat digitalisasi layanan kesehatan primer secara nasional. Fahira Idris mendorong seluruh puskesmas terhubung dalam satu ekosistem digital kesehatan yang memungkinkan rekam medis elektronik, pemantauan penyakit berbasis data, layanan konsultasi jarak jauh, hingga pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Ketujuh, membangun sistem evaluasi berbasis outcome kesehatan masyarakat. Fahira Idris menilai keberhasilan program modernisasi harus diukur dari dampaknya terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan deteksi dini penyakit, penurunan kasus penyakit kronis, peningkatan cakupan imunisasi, serta membaiknya indikator kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Fahira Idris juga mengingatkan bahwa negara-negara dengan sistem kesehatan yang kuat umumnya menjadikan layanan kesehatan primer sebagai fondasi utama. Investasi pada puskesmas akan jauh lebih efektif karena mampu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat dan mengurangi beban rumah sakit.

โ€œJika modernisasi ini dijalankan secara komprehensif, saya optimistis puskesmas akan benar-benar naik kelas menjadi pusat layanan kesehatan primer yang modern, responsif, dan berkualitas. Pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya gedung atau fasilitas, tetapi sistem kesehatan yang mampu menjaga masyarakat tetap sehat, produktif, dan terlindungi,โ€ pungkas Senator Jakarta ini.

Banyak Faktor Dokter Gagal Uji Kompetensi, Legislator Soroti Kurikulum dan Pengajarnya

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan dan modernisasi 350 hingga 400 rumah sakit dan menargetkan modernisasi 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan tingkat pertama. Komitmen tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/06/2026) kemarin. (***/Jie)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

07

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

Sorotan






Kolom