RUZKA INDONESIA — Idul Adha selalu menjadi momen hangat yang sarat akan makna kepedulian, berbagi, dan kebersamaan.
Namun, di balik jutaan porsi daging kurban yang didistribusikan setiap tahunnya, terselip sebuah tantangan lingkungan yang kerap luput dari perhatian: lonjakan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Berangkat dari kesadaran bahwa kebaikan sejati seharusnya tidak meninggalkan jejak kerusakan di bumi, TAZA, brand Brand modest fashion Indonesia, melalui platform sosialnya, TAZA IMPACT, resmi meluncurkan program CSR inovatif bertajuk “Wrapped with Purpose”.
Tahun ini, TAZA IMPACT mengambil tindakan konkret dengan menggantikan hampir 5.000 kantong plastik konvensional dalam proses distribusi daging kurban.
Sebagai gantinya, mereka menggunakan kemasan eco-plastic ramah lingkungan berbahan dasar pati singkong, yang dirancang khusus agar dapat terurai dengan cepat melalui metode kompos rumahan.
“Melalui Wrapped with Purpose, kami ingin menunjukkan bahwa setiap bentuk kebaikan dapat dilakukan dengan lebih penuh kesadaran. Bagi kami, makna berbagi tidak hanya terletak pada apa yang diberikan, tetapi juga bagaimana proses pemberian tersebut dilakukan. Kami percaya bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai ibadah dan kemanusiaan yang menjadi esensi Idul Adha,” ujar Founder TAZA, Ashila Ramadhani dalam siaran pers yang diterima, Kamis (11/06/2026).
Mengukur Aksi TAZA IMPACT Gantikan 5.000 Plastik Sekali Pakai
Sebagai platform inisiatif sosial yang dibentuk oleh TAZA, TAZA IMPACT hadir untuk menyalurkan komitmen brand di luar dunia fashion.
Bergerak dengan landasan filosofi Inspired Minds Preserving Awareness, Character, & Taqwa (IMPACT), TAZA IMPACT berupaya menumbuhkan nilai keimanan, pengetahuan, kepedulian sosial, serta kesadaran lingkungan melalui berbagai program berbasis komunitas yang memberikan dampak nyata.
Dalam pelaksanaan Wrapped with Purpose tahun ini, TAZA IMPACT berhasil mendistribusikan 4.915 kantong berbahan dasar singkong untuk menggantikan plastik konvensional dalam penyaluran daging kurban kepada masyarakat lewat kerjasama beberapa masjid di area Kota Depok.
Program ini diperkirakan telah menjangkau sekitar 2.500 keluarga, memberikan manfaat sosial sekaligus menghadirkan alternatif distribusi yang lebih bertanggung jawab terhadap ekosistem.
Berdasarkan hasil pengukuran dampak lingkungan pasca-program, 5.000 pengganti plastik yang disalurkan lewat program Wrapped with Purpose diperkirakan mencatatkan pencapaian:
- Mencegah Limbah Plastik: Menghindari penggunaan plastik hingga 49,15 kilogram.
- Reduksi Emisi: Menghasilkan pengurangan emisi karbon sebesar 265,41 kg CO₂e.
- Meringankan Beban TPA: Mengurangi penggunaan ruang landfill hingga 98,3 meter kubik serta menekan beban landfill sebesar 44.235 m³-years.
- Melindungi Lautan: Menghilangkan potensi kebocoran sampah plastik ke lingkungan laut yang setara dengan 393 kantong plastik.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kantong plastik menghadapi masalah pelik saat menjadi sampah. Setelah terkontaminasi oleh darah dan sisa daging, kantong-kantong plastik konvensional ini menjadi sangat sulit untuk didaur ulang.
Alhasil, jutaan lembar plastik tersebut berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau mencemari lingkungan.
Plastik konvensional membutuhkan waktu hingga lebih dari 500 tahun untuk luruh menjadi mikroplastik yang meracuni tanah dan air.
5.000 Kantong “Wrapped with Purpose”.jpg
Melalui inisiatif ini, TAZA mengajak masyarakat untuk melihat ibadah kurban dari sudut pandang yang lebih luas.
Idul Adha bukan lagi sekadar momentum mempererat solidaritas kemanusiaan, melainkan juga sebuah langkah nyata untuk mengadopsi praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (***)
Jurnalis: Koesbiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar