RUZKA INDONESIA โ Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta menjadikan peristiwa jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah di Jakarta.
Hal itu diutarakan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris yang meminta langkah cepat yang telah dilakukan berbagai instansi dalam menangani lokasi ambles, selain patut diapresiasi. Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan kejadian serupa tidak terus berulang di berbagai wilayah Jakarta.
โPeristiwa di Lenteng Agung harus menjadi alarm penting bahwa infrastruktur bawah tanah Jakarta memerlukan perhatian yang lebih serius. Penanganan tidak cukup hanya memperbaiki titik yang rusak, tetapi juga harus disertai langkah pencegahan yang sistematis dan berkelanjutan,โ ujar Fahira Idris di Jakarta, Ahad (31/05/2026).
Fahira Idris mengungkapkan, berbagai informasi yang berkembang menunjukkan adanya sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap amblesnya jalan. Mulai dari keberadaan saluran lama di bawah badan jalan, kemungkinan rembesan air yang menggerus tanah penyangga, perubahan tata guna lahan, hingga faktor usia infrastruktur yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Menurut Senator Jakarta ini, Pemprov DKI perlu segera melakukan beberapa langkah strategis.
Pertama, menuntaskan perbaikan permanen secara cepat, menyeluruh, dan transparan. Fahira menilai keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.
Perbaikan tidak boleh hanya berfokus pada permukaan jalan, tetapi juga memastikan struktur bawah tanah, saluran air, dan kondisi tanah penyangga telah benar-benar aman sebelum jalan dibuka sepenuhnya.
Kedua, melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur bawah tanah Jakarta, mengingat berbagai saluran lama, gorong-gorong, drainase, pipa air bersih, utilitas kabel, dan infrastruktur bawah tanah lainnya perlu dipetakan kembali kondisinya. Audit ini penting untuk mengetahui tingkat kerawanan serta menentukan prioritas perbaikan.
โJakarta memiliki banyak infrastruktur yang dibangun puluhan tahun lalu. Karena itu diperlukan audit komprehensif agar potensi risiko bisa diketahui lebih awal,โ ujarnya.
Ketiga, membangun sistem deteksi dini jalan rawan ambles lewat penilaian gejala awal seperti jalan bergelombang, retakan berulang, atau penurunan permukaan jalan harus menjadi indikator yang segera ditindaklanjuti melalui inspeksi teknis. Sistem pemantauan berbasis teknologi dan inspeksi berkala, lanjut Fahira Idris, dapat membantu mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi amblesan besar yang membahayakan masyarakat.
Keempat, mempercepat revitalisasi saluran dan utilitas yang telah menua, sekaligus mengingatkan bahwa berbagai jaringan utilitas yang sudah berusia sangat lama memerlukan program pembaruan secara bertahap dan terencana. Pemeliharaan rutin, kata Fahira Idris penting, tetapi untuk infrastruktur yang memang sudah melewati usia layanan, revitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda terlalu lama.
Kelima, menyusun peta risiko jalan ambles berbasis data, di mana Pemprov DKI perlu mengintegrasikan data dari Dinas SDA, Bina Marga, PAM Jaya, utilitas telekomunikasi, transportasi, hingga laporan masyarakat untuk membangun sistem pemetaan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Melalui peta risiko tersebut, pemerintah dapat lebih fokus melakukan tindakan preventif dibandingkan hanya merespons setelah kejadian terjadi.
Selain itu, partisipasi masyarakat perlu terus diperkuat melalui kanal pelaporan yang cepat dan mudah diakses. Menurutnya, laporan warga sering kali menjadi sumber informasi awal yang sangat penting dalam mendeteksi kerusakan infrastruktur.
Fahira berharap evaluasi menyeluruh yang dilakukan pasca-kejadian Lenteng Agung dapat memperkuat ketahanan infrastruktur Jakarta sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
โYang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi di titik-titik lain. Pencegahan selalu lebih baik dibandingkan penanganan setelah terjadi kerusakan,โ pungkas Fahira Idris. (***/Jie)
Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com




Komentar