Mancanegara
Beranda ยป Berita ยป Dua Wartawan Republika Diculik Tentara Zionis Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Dua Wartawan Republika Diculik Tentara Zionis Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Pada sekira pukul 15.45 WIB, Republika mendapatkan kabar bahwa tentara Israel telah mencegat armada bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional. (Foto: Dok REPUBLIKA)

RUZKA INDONESIA — Sekelompok warga negara Indonesia (WNI), termasuk sekurangnya dua wartawan media nasional, yang tergabung dalam flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dilaporkan diculik pasukan Zionis Israel di tengah pelayaran mereka.

Menurut Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, kelompok WNI yang terkena intersepsi Israel tersebut terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang melakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” ujar Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin dalam siaran pers, Senin (18/05/2026).

Menurut Andi, tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Kapal Tanker Honour 25 Dibajak di Somalia, Ada 4 Awak WNI

Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan dan logistik.

Lalu suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.

“Dalam rombongan terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” jelasnya.

“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tambah Andi.

Kronologis

Pada sekira pukul 15.45 WIB, Republika mendapatkan kabar bahwa tentara Israel telah mencegat armada bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan internasional.

Selat Malaka di Tengah Menguatnya Realisme Global

Setelah itu, pasukan Zionis menangkapi sekira 100 aktivis GSF itu, termasuk di antaranya ialah jurnalis Republika.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon tersampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,โ€ kata Bambang Noroyono dalam video SOS-nya yang ia kirimkan Senin (18/05/2026) pagi waktu Turki.

Dikirimnya video SOS tersebut merupakan protokol peserta Armada Global Sumud. Video itu hanya terlansir jika yang bersangkutan tercegat IDF kapalnya dan berpotensi tertangkap.

Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut.

Dalam pernyataan yang unggah di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki kapal pertama pada siang hari.

Sekjen CAJ Ahmed Kurnia Tegaskan Solidaritas dan Tantangan Jurnalisme di Era AI

โ€œKapa-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,โ€ demikian pernyataan Global Sumud Flotilla.

Laporan Media Israel

Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar Israel, setelah operasi selesai dilakukan.

Empat kapal perang Israel terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada untuk mematikan mesin.

Menurut laporan media Israel, armada bantuan itu tercegat di lepas pantai Siprus.

Seorang aktivis yang berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

Sementara itu, media Israel menyebut operasi pengambilalihan seluruh kapal dalam armada diperkirakan berlangsung selama beberapa jam dan kemungkinan berlanjut hingga esok hari.

Panitia flotilla menyebut protokol intersepsi telah aktifkan oleh kapal Ozgurluk pada Senin pagi waktu setempat menyusul adanya pergerakan kapal-kapal yang teranggap mencurigakan di sekitar armada.

Dalam pernyataan kepada keluarga dan kerabat peserta flotilla, panitia menyebut situasi masih terus terpantau dan informasi lebih lanjut akan tersampaikan setelah ada konfirmasi resmi.

โ€œTelah terjadi aktivitas kapal-kapal dan protokol intersepsi telah aktifkan. Kami akan memberi pembaruan segera setelah informasi terkonfirmasi,โ€ demikian pernyataan panitia. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom