Kolom
Beranda ยป Berita ยป Religiusitas untuk Resiliensi

Religiusitas untuk Resiliensi

Foto ilustrasi kolom Yons Achmad: Religiusitas untuk Resiliensi. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

Oleh: Yons Achmad
(Kolumnis, tinggal di Depok)

RUZKA INDONESIA — Salah satu kunci menyelamatkan hidup itu resiliensi. Ini jawaban motivasional yang cukup menjadi harapan bagi para profesional dan pebisnis.

Ini mungkin bukan kesimpulan yang berlaku bagi semua orang. Tapi, kesimpulan sementara perbincangan bersama beberapa pelaku bisnis di lingkar pergaulan saya.

Ya, istilahnya, sebut saja dengan resiliensi (daya tahan). Dalam pengertian yang lebih akdemik, terartikan sebagai kemampuan seorang individu perusahaan untuk bertahan, beradaptasi, dan tumbuh di tengah situasi sulit, gangguan, atau perubahan yang tidak pasti.

Ini mencakup ketangguhan operasional, manajemen krisis, dan pemulihan cepat untuk melindungi reputasi dan aset dari dampak negatif.

Jalan Kebenaran itu Hanyalah Islam

Sebagai pelaku bisnis, saya tentu aware (menyadari) hal ini. Memang, bisnis itu tak gampang. Kalau gampang, semua orang bakal berbisnis.

Dunia Bisnis

Tapi, bagi mereka yang benar-benar sudah nyemplung ke dunia bisnis, sebuah daya tahan memang sangat terperlukan. Termasuk di dalamnya, sikap untuk tidak gampang mengeluh menjadi salah satu sikap penting dalam resiliensi itu.

Soal resiliensi ini tentu tidak berdiri sendiri, mesti ada semacam batu pijakan filosofis yang mendasarinya. Saya sendiri sudah memututuskan Jakarta dan sekitarnya sebagai ruang untuk menjalankan bisnis. Konon, untuk bisa tumbuh, berkembang dan maju, memerlukan mentor. Saya juga menjalankannya.

Belajar dari mentor-mentor bisnis, baik secara terang-terangan maupun diam-diam.

Suatu ketika, saya belajar dari seseorang yang saya pandang berhasil dalam bisnis. Saya datang sebagai โ€œSeteko Kosongโ€. Berusaha menyerap sebanyak mungkin ilmu bisnisnya. Tanpa membantahnya sedikitpun. Sekian jam berlalu, saya cukup puas dengan advisory bisnisnya.

Catatan Cak AT: Sanad di Tengah Zaman Instan

Tapi, di akhir sesi bilang โ€œYang kita perlukan sudah saya beberkan ya, satu yang penting jangan bisnis agama,โ€ katanya. Lengkap dengan menyebutkan nama ustaz terpandang sebagai contohnya.

โ€œDegโ€. Hati saya langsung berantakan. Dalam hati saya memang sepakat .dengan pencerahan-pencerahan bisnisnya. Tapi, ketika sudah dengan mudah mencap orang dengan sebutan โ€œBisnis agamaโ€ hati saya mulai sedikit berontak.

Dasar filosofis

Saya kurang begitu sepakat dengan ujaran dan pendapat semacam ini. Tapi, biar tak kehilangan semua ilmunya, saya tetap โ€œAmbil yang baik, abaikan yang terasa kurang pas.โ€

Saya kemudian menjadi sedikit sadar juga. Soal resiliensi, saya setuju sebagai sebuah โ€œTrikโ€ selamatkan keadaan ini. Tapi kemudian, tetap kudu punya dasar filosofis, satu diantaranya berkaitan dengan religiusitas.

Yang saya maksud di sini, lebih kepada fikroh (pemikiran) keagamaan yang lurus.

SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang: Pelajaran Harga Diri yang Tidak Ada di Buku MPR RI

Bukan anti terhadap pemikiran-pemikiran kegamaan yang ada, istilah-istilah yang konon ternilai kearab-araban, meremehkan โ€œorang bergamaโ€ dan seterusnya.

Justru religiusitas ini sangat perlu. Sebagai benteng untuk memberi warna pada daya tahan (Resiliensi) itu sendiri.

Mengawal sebuah usaha agar profesionalitas dan urusan bisnis bisa terus tumbuh, berkembang dan maju. Tapi, tetap terjaga โ€œKebersihannyaโ€ (***)

Tanah Baru, 15 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

Sorotan






Kolom