Teknologi 3D mapping tanpa X-Ray memungkinkan tindakan aritmia lebih aman, presisi, minimal invasif, dan membuka akses layanan jantung advanced tanpa perlu ke luar negeri
RUZKA INDONESIA — Primaya Hospital Kelapa Gading secara berkelanjutan memperluas layanan Cardiac & Vascular Center.
Layanan dengan menghadirkan teknologi ablasi jantung tanpa radiasi (non-fluoroscopic cardiac ablation), inovasi penanganan gangguan irama jantung (aritmia) menggunakan sistem 3D electro-anatomical mapping tanpa ketergantungan pada paparan X-Ray.
Teknologi ini memungkinkan dokter memetakan anatomi dan jalur listrik jantung secara real-time sehingga tindakan dapat lebih presisi, minimal invasif, dan lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis.
Teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan โLive Case Hands on Non Fluoroscopic Ablation Courseโ.
Menghadirkan tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Kelapa Gading, yaitu Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA; dr. Budi Ario Tejo, Sp.JP(K), FIHA; dan dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp.JP(K), FIHA.
Yang membuka kegiatan ini, dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang sekaligus perwakilan dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS).
Giat berkolaborasi dengan Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, Direktur Departemen Penyakit Dalam Taichung Veterans General Hospital sekaligus Profesor Fakultas Kedokteran National Yang-Ming University, Taiwan.
Penanganan Aritmia
Pada sambutannya dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang menyampaikan bahwa sangat mendukung program pengembangan kompetensi dan kolaborasi ilmiah seperti ini.
Perkembangan teknologi penanganan aritmia bergerak sangat cepat, sehingga kolaborasi antar dokter, rumah sakit, dan pakar internasional menjadi penting untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik untuk menghadirkan penanganan aritmia yang semakin aman, presisi, dan berstandar internasional,โ ujar dr. Agung Fabian dalam siaran persnya, Kamis (14/05/2026).
Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia serta salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa Atrial Fibrilasi (AF) merupakan salah satu gangguan irama jantung yang kini menjadi masalah kesehatan global
Masalahnya, karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Di kawasan Asia Pasifik, diperkirakan terdapat sekitar 50 juta penderita AF, sementara di Indonesia jumlahnya mencapai 3โ5 juta orang.
Kondisi ini juga sering kali tidak terdeteksi karena sekitar 56% pasien AF bersifat asimtomatik, bahkan hampir 60% pasien tanpa gejala atau baru mengetahui kondisinya setelah mengalami stroke.
Keluhan jantung berdebar sering menganggap sepele, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Jika keluhan muncul berulang, sebaiknya segera periksakan.
“Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting, terutama pada kelompok golden age atau 40โ60 tahun,โ jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan terapi aritmia saat ini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih aman dan presisi.
Tindakan Ablasi dengan Safety Profile
Teknologi terbaru seperti Non-fluoroscopic Ablation dan Pulse Field Ablation memungkinkan tindakan ablasi dengan safety profile yang lebih baik sekaligus mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis.
Risiko komplikasi berat pada tindakan ablasi juga sangat rendah, yaitu kurang dari 0,2 persen.
“Kini, layanan terapi jantung advanced tersebut ada di Primaya Hospital Kelapa Gadingโ, terang Prof. Dr. dr. Yoga.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung modern yang komprehensif dan berstandar internasional.
Live case ini bukan hanya menunjukkan teknologi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Cardiac & Vascular Center di Primaya Hospital Kelapa Gading telah memiliki layanan jantung modern paripurna seperti Angioplasti, PCI, CABG, Ablasi.
“Kami ingin terus mengembangkan agar masyarakat mendapatkan akses layanan jantung advanced yang lebih aman, presisi, dan terintegrasi tanpa harus ke luar negeri,โ tukasnya.
Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Group terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan jantung modern.
Tentu dengan menghadirkan layanan teknologi medis terkini, keunggulan klinis, serta pendekatan patient-first yang terjalankan dengan ketulusan hati. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



Komentar