RUZKA INDONESIA — Kekhawatiran terhadap dampak inflasi global mulai dirasakan di berbagai daerah. Kondisi ini tak lepas dari ketidakpastian geopolitik dunia yang memicu gangguan rantai pasok dan kenaikan harga komoditas pokok.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Jefry Romdonny, menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan nilai persatuan dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Dalam pemaparannya, Jefry menyoroti pentingnya menghidupkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial, sebagai landasan menghadapi ancaman inflasi dan krisis pangan.
โPermintaan bahan pokok meningkat. Di situ pentingnya gotong royong. Kita harus menghindari panic buying dan menjaga distribusi tetap stabil di lingkungan masing-masing,โ kata Jefry dalam keterangan yang diterima beberapa waktu lalu.
Gejolak global yang dipicu konflik internasional telah berdampak pada rantai pasok dunia. Akibatnya, sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, ikut merasakan lonjakan harga kebutuhan pokok.
APBN Jadi Peredam Dampak Krisis
Tak hanya mengandalkan kesadaran masyarakat, pemerintah juga disebut telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Salah satunya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang difungsikan sebagai shock absorber atau peredam gejolak ekonomi.
Menurut Jefry, kebijakan tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 dalam upaya memajukan kesejahteraan umum.
Ia memaparkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berkomitmen menjaga stabilitas harga energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), melalui skema subsidi yang tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi pasar guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan harga tidak melonjak akibat spekulasi.
โPerlindungan sosial juga diperkuat, terutama bagi masyarakat rentan yang paling terdampak inflasi,โ ujarnya.
Ketahanan Nasional Ditentukan Solidaritas
Lebih jauh, Jefry menegaskan bahwa stabilitas ekonomi domestik merupakan bagian penting dari ketahanan nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengingatkan, ketegangan geopolitik global tidak boleh sampai memicu perpecahan sosial di dalam negeri. Sebaliknya, masyarakat perlu memperkuat semangat kebersamaan sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika.
โKetahanan nasional kita diuji saat krisis global terjadi. Kalau kita berpegang teguh pada 4 Pilar Kebangsaan, sekuat apa pun guncangan dari luar, Indonesia akan tetap kokoh,โ tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Jefry mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Lebaran sebagai ajang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.
Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci agar Indonesia tetap tangguh, mandiri, dan berkeadilan di tengah tekanan global. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com




















Komentar