RUZKA INDONESIA — Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) kembali membuktikan diri sebagai pusat inovasi desa tingkat nasional.
Desa ini resmi menjadi “Studi Tiru” bagi puluhan Kepala Desa (Kades) dari Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) yang ingin mendalami strategi ketahanan pangan dan pengelolaan sampah modern, Kamis (23/04/2026).
Rombongan dari ranah Minang ini hadir untuk melihat langsung bagaimana sebuah desa di kawasan industri mampu menyulap keterbatasan lahan menjadi unit usaha yang produktif di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Salah satu daya tarik utama bagi para Kades dari IV Jurai adalah program peternakan ayam petelur yang dikelola Desa Gunung Putri.
Kades Gunung Putri, Daman Huri, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang khusus untuk wilayah perkotaan dan industri yang tidak lagi memiliki lahan pertanian luas.
“Saat ini produksi kami sudah mencapai 650 butir per hari dari 750 ekor ayam. Target kami di tahun 2026 ini, dengan populasi 3.000 ekor ayam, omset kotor bisa menembus angka Rp1 miliar,” ungkap Daman Huri.
Strategi yang cepat dan praktis ini dinilai sangat relevan bagi desa-desa di Sumatera Barat yang mulai bertransformasi menjadi wilayah perkotaan.
Selain ketahanan pangan, pengelolaan Bank Sampah menjadi poin pembelajaran krusial. Desa Gunung Putri berhasil mengubah paradigma sampah dari beban menjadi aset ekonomi melalui unit usaha BUMDes.
Sistem pengelolaan yang terintegrasi dan penggunaan teknologi pendukung, seperti pemantauan wilayah melalui CCTV desa, turut menjadi sorotan peserta studi tiru.
Sekretaris Camat IV Jurai, Vorzil, mengakui bahwa kunjungan ini membuka wawasan baru bagi jajarannya yang selama ini terjebak dalam pola pikir bahwa ketahanan pangan harus selalu identik dengan sawah dan laut.
“Di daerah kami yang wilayah perkotaan, awalnya sulit mengimplementasikan program ketahanan pangan. Namun di sini kami melihat bahwa dengan kemauan dan kepemimpinan yang kuat, keterbatasan itu bisa diatasi,” jelas Vorzil.
Kunjungan yang dihadiri oleh perangkat Kecamatan Gunung Putri dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pesisir Selatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka.
Daman Huri berharap ada kerja sama konkret di masa depan antara desa-desa di Bogor dan Pesisir Selatan, khususnya dalam pengembangan potensi lokal.
Aksi studi tiru ini ditutup dengan peninjauan lapangan ke kandang ayam petelur dan pusat pengolahan sampah. Para Kades dari Sumbar pulang dengan membawa “oleh-oleh” berupa strategi pembangunan desa yang akan segera mereka adaptasi di kampung halaman masing-masing. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar