RUZKA INDONESIA — Kalau ada lomba modus paling bikin geleng-geleng kepala, mungkin yang satu ini layak masuk nominasi. Di Kecamatan Kadipaten, janji manis bayar utang malah berubah jadi drama kehilangan sepeda motor.
Ceritanya dimulai dari seorang pria bernama Robi,yang entah niatnya dari awal sudah bengkok atau baru belok di tengah jalan.
Ia menghubungi korban, menjanjikan pelunasan utang sebesar Rp4,7 juta. Nominal yang lumayan buat bikin orang rela menempuh perjalanan jauh.
Korban, yang berangkat dari Sukabumi, berangkat subuh-subuh naik motor kesayangannya. Harapannya sederhana: uang kembali, urusan selesai. Tapi hidup memang sering lebih suka plot twist daripada happy ending.
Sekitar pukul 12 siang, korban akhirnya bertemu Robi di wilayah Kecamatan Cigasong. Bukannya langsung bayar utang, Robi malah mengajak makan dulu,klasik. Bahkan sebelum makan, korban diajak lagi ke Kadipaten dengan alasan mengambil uang. Kalau ini film, mungkin penonton sudah mulai curiga dari adegan ini.
Benar saja. Setibanya di Kadipaten sekitar pukul 13.00 WIB, korban diminta menunggu. Lalu satu jam kemudian, momen yang mengubah segalanya terjadi. Motor korban yang kuncinya masih nyantol (iya, ini juga bagian penting dari cerita) tiba-tiba dibawa kabur oleh Robi. Tanpa basa-basi. Tanpa pamit. Tanpa rasa bersalah, tampaknya.
Robi menghilang. Utang belum lunas. Motor pun ikut lenyap. Paket lengkap.
Beruntung, kisah ini tidak sepenuhnya berakhir pahit. Unit Reskrim Polsek Kadipaten bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah berada di Polsek Kadipaten untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak memberi kesempatan pada kejahatan,salah satunya dengan tidak meninggalkan kunci kendaraan, meski hanya sebentar.
Karena, seperti yang bisa dipetik dari kisah ini: niat baik belum tentu dibalas baik. Apalagi kalau urusannya sudah campur aduk antara utang, janji, dan kesempatan. (***)
Jurnalis: Eko Widyantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar