RUZKA INDONESIA — Kota Depok tahun 2026 bakal semarak. Semarakan HUT Kota Depok yang ke 27, digelar berbagai acara, dan salah satu yang akan menarik pusat perhatian yakni Lebaran Depok.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan yang ke-8 sejak pertama kali digelar, dengan rangkaian kegiatan di tiga tempat yakni di Tapos, Cipayung dan Sawangan yang berlangsung pada 5โ9 Mei 2026.
Ketua Panitia Lebaran Depok, H. Hamzah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya serius untuk menjaga identitas budaya masyarakat Kota Depok.
โLebaran Depok ini sudah berjalan tujuh kali sebelumnya, dan tahun 2026 menjadi yang ke-8. Ini bukan hanya acara, tetapi bentuk kecintaan kita pada tradisi,โ ujar Hamzam saat jumpa pers di Kantor PWI Kota Depok, Rabu (15/04/2026).
Panitia Resmi Berdasarkan SK Wali Kota
Pelaksanaan Lebaran Depok tidak dilakukan secara sembarangan. Panitia dibentuk secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok, sehingga kegiatan ini memiliki legitimasi kuat sebagai agenda budaya daerah.
Menurut Hamzah, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap pelestarian tradisi lokal.
โPanitia dibentuk berdasarkan SK Wali Kota, artinya ini kegiatan resmi yang memang didukung untuk menjaga warisan budaya Depok,โ jelasnya.
Salah satu tradisi unik yang terus dipertahankan adalah ngubek empang, yang menjadi pembuka rangkaian acara pada 5 Mei 2026.
Tradisi ini diawali dengan menanam ikan di empang selama berbulan-bulan, kemudian dipanen bersama secara meriah setelah Idul Fitri.
Pelaksanaan ngubek empang tahun ini akan digelar di tiga wilayah: Kecamatan Tapos (meliputi Tapos, Cilodong, Sukmajaya), Kecamatan Cipayung (termasuk wilayah Beji), Kecamatan Sawangan (meliputi Sawangan, Pancoran Mas, Cinere, Limo, dan Bojongsari).
โDulu masyarakat Depok memang punya kebiasaan menanam ikan setelah Lebaran, lalu dipanen bersama. Ini yang kita hidupkan kembali,โ ungkap Hamzah.
Rangkaian acara tidak berhenti di situ. Pada 6 Mei 2026, masyarakat akan melaksanakan tradisi nyuciin parabotan, yakni membersihkan peralatan rumah tangga seperti kursi dan perlengkapan lainnya sebagai simbol kesucian dan kebersihan pasca-Idul Fitri.
Di hari yang sama, juga akan digelar pameran budaya Nusantara di kawasan Alun-alun Grand Depok City (GDC), menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemudian pada 7 Mei 2026, masyarakat akan menggelar tradisi andilan, yakni patungan untuk membeli hewan (kerbau/kebo) yang kemudian disembelih bersama.
Selain itu, ada pula tradisi nyedengin baju, yaitu memastikan pakaian masih layak pakai atau tidak, yang dikemas secara kreatif dalam bentuk fashion show yang melibatkan ASN dan warga.
โTradisi seperti andilan dan nyedengin baju ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat Depok tempo dulu,โ jelas anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra ini.
Lebaran Depok juga akan diramaikan dengan pasar kaget yang menyediakan berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau.
Beragam kuliner khas tempo dulu juga akan dihadirkan, seperti kue maleman dan selendang mayang, yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan masyarakat Depok.
โDulu orang Depok merayakan Lebaran dengan sederhana tapi penuh kebersamaan. Itu yang ingin kita hadirkan kembali,โ kata Hamzah.
Salah satu momen paling ditunggu adalah puncak acara berupa makan bersama, yang menjadi simbol persatuan warga.
Tradisi rantangan, yaitu mengantarkan makanan kepada orang tua atau sesepuh, juga kembali dihidupkan sebagai bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu.
Sebagai penutup, pada 9 Mei 2026 akan digelar Pawai Budaya Nusantara, yang menampilkan beragam kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara ini diharapkan menjadi simbol bahwa Depok adalah rumah bersama bagi keberagaman budaya.
Tema yang diusung tahun ini adalah โDepok Rumah Kitaโ, yang mencerminkan semangat kebersamaan lintas budaya dan generasi.
Untuk menambah kemeriahaan acara Lebaran Depok, panitia akan menghadirkan grup Wali Band di Depok. Selaibln itu, dari PWI Kota Depok juga akan menampilkan band PWI pada acara puncak Lebaran Depok.
Menariknya, seluruh kegiatan Lebaran Depok 2026 tidak menggunakan dana APBD, melainkan didukung oleh sponsor.
โAlhamdulillah, anggaran berasal dari sponsor. Ini menunjukkan antusiasme banyak pihak untuk mendukung pelestarian budaya Depok,โ ucap Hamzah.
Selain itu, hiburan juga akan dimeriahkan oleh penampilan grup musik, termasuk kehadiran Wali Band yang siap menghibur masyarakat.
Rangkaian Lebaran Depok juga berdekatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok yang jatuh pada 3 Mei 2026.
Pada peringatan tersebut, direncanakan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Hamzah menilai pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
โBudaya adalah jati diri. Kalau tidak kita jaga, maka Depok akan kehilangan ruhnya sebagai kota yang punya sejarah dan tradisi,โ tegasnya.
Saat ini, H. Hamzah juga menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok yang membidangi perekonomian dan pembangunan, sehingga ia mendorong agar kegiatan seperti Lebaran Depok juga mampu menggerakkan sektor UMKM.
Selama pelaksanaan Lebaran Depok, masyarakat juga akan disuguhkan pameran UMKM lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Depok.
โUMKM harus menjadi tuan rumah di kota sendiri. Lewat Lebaran Depok, kita dorong mereka untuk naik kelas,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar