Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Budaya Betawi hingga Tradisi Lokal Tempo Dulu akan Disajikan dalam Lebaran Depok 2026

Budaya Betawi hingga Tradisi Lokal Tempo Dulu akan Disajikan dalam Lebaran Depok 2026

Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah (kiri) dan Wali Kota Depok, Supian Suri (kanan). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) kembali menggelar perayaan tahunan Lebaran Depok, pada 5โ€“9 Mei 2026.

Kegiatan ini akan berlangsung di tiga kecamatan, yakni Tapos, Cipayung, dan Bojongsari, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya serta tradisi khas masyarakat Kota Depok.

Rangkaian acara akan dibuka pada 5 Mei 2026 melalui tradisi khas โ€œNgubek Empangโ€ yang dilaksanakan serentak di tiga wilayah tersebut.

โ€œPembukaan akan diawali dengan Ngubek Empang di Kecamatan Tapos, Cipayung, dan Bojongsari secara bersamaan,โ€ ujar Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, H. Hamzah dalam keterangan yang diterima, Ahad (05/04/2026).

Menurut Hamzah, kepanitiaan Lebaran Depok 2026 telah dibentuk melalui kesepakatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, KOOD, hingga unsur TNI dan Kepolisian.

Wewangian Berkelas, Mandjha Ivan Gunawan Hadirkan Serenity Floral Parfum Set

Konsep Lebaran Depok tahun ini akan tampil berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Panitia akan memperkuat muatan budaya, khususnya budaya Betawi, tanpa mengesampingkan keberagaman budaya Nusantara.

โ€œBudaya Nusantara tetap kita tampilkan, termasuk Lenong yang menjadi bagian dari budaya Betawi,โ€ terang anggota DPRD Kota Depok.

Selain pertunjukan seni tradisional, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai penampilan tari dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan hiburan musik dari sejumlah band ternama, meski nama pengisi acara masih dirahasiakan karena proses kontrak yang belum rampung.

Lebaran Depok 2026 juga mengusung unsur edukasi budaya dengan menghadirkan kembali tradisi masyarakat Depok tempo dulu.

Forka Films Merilis First Look Resmi Empat Musim Pertiwi, Setelah Selesaikan Color Grading di Amsterdam

Sejumlah kegiatan seperti tradisi rantangan, ngaduk dodol, hingga nyuci perabotan akan diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

โ€œKami ingin masyarakat, terutama pelajar, mengenal kembali budaya dan kebiasaan masyarakat Depok di masa lalu,โ€ ungkap Hamzah.

Dalam pelaksanaannya, panitia juga akan melibatkan pelajar dan tenaga pendidik. Mereka dijadwalkan ambil bagian dalam Pawai Budaya yang akan digelar pada hari penutupan sebagai puncak acara.

โ€œKami mengundang para guru untuk turut serta bersama siswa dalam Pawai Budaya pada penutupan nanti,โ€ jelas Hamzah.

Lebih lanjut, panitia berencana mengusulkan agar Lebaran Depok dapat menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Kota Depok. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya daerah secara berkelanjutan.

Film Kupeluk Kamu Selamanya, Kisah Hangat Cinta Tanpa Syarat yang tak Pernah Putus untuk Anak

โ€œMudah-mudahan ini bisa direalisasikan dan mendapat persetujuan Wali Kota Depok agar menjadi bagian dari kurikulum kebudayaan Depok,โ€ pungkas Hamzah. (***)

Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom