RUZKA INDONESIA — Operasi serangan sudah direncanakan selama berbulan-bulan, akhirnya Amerika Serikat (AS) bersama Isarel serang ibukota Iran, Tehran dan Kota Isfahan, Sabtu (28/02/2026).
Saat serangan, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sudah tidak di Tehran dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan pada Iran untuk menghilangkan ancaman pada Israel,” kata Menteri Pertahanan Israel, Katz, dikutip dari Reuters.
The New York Times yang mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) menyebutkan serangan besar-besaran pada Iran tengah berlangsung dan melaporkan terdengar ledakan di Tehran dari bom-bom yang dijatuhkan pesawat jet tempur F-16.
Serangan rudal diarahkan ke kota Tehran dan Isfahan. Sambungan seluler dan Internet di Iran mati total.
Sementata itu di laporkan, Kapal Induk AS, USS Gerald R Fold (CVN-78) siap tempur di perairan Teluk Haifa.
Mendapat serangan Israel yang didukung AS, Iran kemungkinan akan merespon dengan meluncurkan rudal ke ibukota Israel, Tel Aviv.
Terdengar sirene pukul 08:15 waktu setempat yang menjadi peringatan adanya serangan rudal Iran. Pihak militer Israel juga mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor penting.
Penggunaan wilayah udara publik juga dilarang, Israel telah menutup wilayah udara untuk penerbangan sipil dan otoritas bandar meminta masyarakat tidak pergi ke bandara manapun di sana.
Pada Februari lalu, AS dan Iran memperbarui negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan selama beberapa dekade, termasuk mencegah ancaman konfrontasi militer.
Namun pihak Israel menegaskan kesepakatan dua negara itu harus mencakup juga pembongkaran infrastruktur nuklir di Tehran. Bukan hanya sekedar menghentikan proses pengayaan.
Israel juga mencoba melobi Washington memasukkan pembatasan program rudal milik Iran dalam negosiasi keduanya.
Presiden AS Donald Trump mengakui keterlibatan militer AS dalam operasi tempur besar-besaran di Iran. Dia menuding Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya.
Dalam sebuah video yang diunggah di Truth Social, Trump mengatakan kepada Garda Revolusi Islam untuk meletakkan senjata mereka.
“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump, dikutip dari the Guardian, Sabtu (28/2/2026).
Trump menuduh Iran mengembangkan rudal jarak jauh yang mengancam AS dan negara lain.
Trump mengatakan: “AS akan menghancurkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah dan memusnahkan angkatan laut mereka”. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar