Nasional
Beranda ยป Berita ยป Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Majalengka Bangun Peradaban Desa yang Menyatu dengan Alam

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Majalengka Bangun Peradaban Desa yang Menyatu dengan Alam

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi usai paripurna di Pendopo Majalengka. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menegaskan perlunya arah pembangunan Kabupaten Majalengka yang tidak semata bertumpu pada pertumbuhan fisik dan infrastruktur.

Dalam Rapat Paripurna DPRD memperingati Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, ia mendorong konsep pembangunan berbasis peradaban desa yang menyatu dengan alam dan kearifan lokal.

Rapat paripurna yang digelar di Pendopo Kabupaten Majalengka, Rabu, (11/02/ 2026), dan dihadiri Bupati Majalengka, pimpinan serta anggota DPRD, serta jajaran pejabat daerah.

Di hadapan para legislator, Dedi yang akrab disapa KDM menyebut Majalengka memiliki modal ekologis dan budaya yang kuat untuk membangun model peradaban alternatif.

Menurut Dedi, pembangunan pedesaan harus ditempatkan sebagai pusat orientasi kebijakan daerah.

Hadiri Peringatan Hari Jadi Majalengka, Bupati Sumedang Panjatkan Doa untuk Majalengka Langkung Sae

โ€œYang mesti dilakukan oleh Majalengka adalah membangun satu peradaban bambu sebagai nilai-nilai eksotentrik bagi pembangunan pedesaan,โ€ kata Dedi dalam pidatonya.

Ia menekankan pembangunan perlu difokuskan pada kawasan pegunungan, daerah aliran sungai, dan wilayah sumber daya air. Kawasan-kawasan tersebut, kata dia, bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi penyangga utama kehidupan masyarakat.

โ€œDaerah-daerah pegunungan, daerah aliran sungai, daerah yang menjadi pusat sumber daya air, pemerintah daerah harus segera membangun kampung-kampung yang memiliki nilai estetik pedesaan,โ€ ujarnya.

Dedi menilai pembangunan tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Tujuan utamanya, menurut dia, adalah membentuk manusia yang hidup selaras dengan alam dan memiliki kesadaran ekologis, terutama dalam menjaga sumber air.

โ€œTumbuh menjadi manusia yang manunggal dengan alamnya, pajajar dengan alamnya, menjaga sumber air agar tetap bening,โ€ terangnya.

Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Jajaran Kemendagri Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden

Ia juga menyoroti pentingnya sistem pendidikan berbasis lingkungan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Konsep pendidikan yang ia dorong adalah Gapura Pancawaluya : cageur, bageur, bener, pinter, singer, yang berakar pada nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal.

โ€œKonsep pendidikan yang berbasis lingkungan harus membentuk karakter manusia, sehingga dia tahu di mana sumber airnya, siapa leluhurnya, pohon apa yang disakralkan, bagaimana tata arsitekturnya, dan bagaimana menata lingkungannya,โ€ ungkap Dedi.

Menurut Dedi, kampung-kampung yang dibangun dengan pendekatan tersebut berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan dengan nilai ekonomi tinggi. Ia menyebut tren pariwisata global kini bergerak ke arah pengalaman autentik dan berkelanjutan.

โ€œKampung-kampung ini akan menjadi kampung eksklusif yang dicari orang dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan. Ini sudah menjadi tren dalam bisnis pariwisata,โ€ jelas Dedi.

Karena itu, ia mendorong generasi muda Majalengka untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang tersebut dengan meningkatkan keterampilan pendukung pariwisata. Mulai dari penguasaan bahasa asing hingga keahlian tata boga, fesyen, dan pengelolaan lingkungan rumah tinggal.

Kemendikdasmen Catat Prestasi Gemilang, 19 Unit Kerja Raih Zona Integritas Menuju WBK/WBBM 2025

โ€œAnak-anaknya belajar bahasa Inggris dengan baik, belajar tata boga, belajar fashion, dan belajar tata kelola lingkungan rumahnya,โ€ tutur Dedi.

Sebagai langkah awal, Dedi mengusulkan pembangunan minimal satu kampung percontohan dengan konsep rumah panggung dan homestay berbasis kearifan lokal. Rumah-rumah tersebut tetap mempertahankan material dan pola hidup tradisional.

โ€œMinimal bangun satu kampung saja dulu. Rumahnya tiga atau empat kamar berbasis panggung, tetap mempertahankan kayu bakar. Maka ini yang disebut dengan homestay,โ€ ujarnya.

Rapat Paripurna DPRD itu pun menjadi momentum refleksi Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186. Lebih dari sekadar seremoni, forum tersebut menegaskan pilihan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pendidikan karakter, dan penguatan pariwisata berbasis budaya lokal. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom