Info Kampus
Beranda ยป Berita ยป UI Hadirkan Format Baru Pendidikan Karakter Melalui Pentas Seni dan Budaya

UI Hadirkan Format Baru Pendidikan Karakter Melalui Pentas Seni dan Budaya

UI gelarย penyelenggaraan pendidikan karakter bagi mahasiswa melalui seni dan budaya. (Foto: Dok Humas & KIP UI)
UI gelar penyelenggaraan pendidikan karakter bagi mahasiswa melalui seni dan budaya. (Foto: Dok Humas & KIP UI)

RUZKA INDONESIA — Universitas Indonesia (UI) menghadirkan format baru pada penyelenggaraan pendidikan karakter bagi mahasiswa.

Format baru ini diwujudkan melalui pentas seni dan budaya sebagai proyek akhir pada Mata Kuliah Pengembangan Karakter Terintegrasi (MPKT).

Kegiatan yang diadakan pada Rabu (12/6), di Balai Sidang UI tersebut menampilkan berbagai pertunjukan tari, musik, dan teater yang dibawakan oleh para mahasiswa.

MPKT merupakan mata kuliah wajib UI yang terdiri atas materi Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta materi untuk capaian pembelajaran bidang sains, teknologi, dan kesehatan.

Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, mengatakan bahwa Pentas Proyek Akhir MPKT dapat menjadi wadah untuk para mahasiswa dalam berkreasi dan mengembangkan karakter sesuai dengan tujuan MPKT.

UI Melesat di Ranking Dunia WUR by Subject 2026, Seluruh Rumpun Keilmuan Naik

โ€œDalam kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan menampilkan karya seni yang menggambarkan karakter sesuai dengan sila Pancasila, cinta tanah air, dan nilai-nilai UI pada tugas akhir," ujar Dedi dalam keterangan yang diterima, Ahad (16/06/2024).

Pentas Proyek Akhir MPKT merupakan yang pertama di Indonesia, sebagai bentuk apresiasi UI kepada para mahasiswa.

Peserta pementasan ini merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing fakultas. Dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, mereka menampilkan beragam tarian dan kesenian, di antaranya tari Tor-Tor, alunan musik gamelan, serta musik tradisional Papua.

Tak hanya itu, mereka juga menampilkan teatrikal samusiri (sandiwara, musikal, dan tradisi), musikalisasi puisi, serta medley lagu-lagu daerah yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing.

Direktur Pendidikan UI, Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng., menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya UI dalam melestarikan budaya bangsa dan meningkatkan kreativitas mahasiswa. Mahasiswa yang mengambil MPKT diwajibkan mengerjakan proyek akhir yang berkaitan dengan budaya dan nasionalisme.

Pupuk Hayati Solusi Menciptakan Tanah Sehat Demi Pertanian Berkelanjutan

โ€œMelalui proyek akhir ini, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari dan mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang budaya Indonesia serta mengembangkan kreativitas dalam berbagai bentuk seni,โ€ jelasnya.

Pentas Proyek Akhir MPKT diharapkan tidak hanya menampilkan karya seni dan budaya, tetapi juga melatih soft-skill, kebersamaan, dan kepemimpinan para mahasiswa.

Hal ini karena MPKT penting untuk pengembangan karakter mahasiswa dan merupakan dasar penting dalam mengikuti mata kuliah lainnya. MPKT membentuk mahasiswa UI menjadi pribadi yang lebih kreatif, berkarakter, dan memiliki rasa cinta terhadap budaya Indonesia.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Aditya Pratama, menunjukkan antusiasmenya pada acara tersebut.

Menurutnya, butuh daya kreativitas yang tinggi untuk menampilkan keilmuan tertentu dalam sebuah pementasan.

Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik

โ€œSaya sangat terkesan dengan pertunjukan yang beragam dan kreatif. Setiap fakultas menonjolkan ciri khasnya masing-masing. Jadi, karya seninya diserap juga dari ilmu yang mereka pelajari di setiap fakultas, bagus banget!โ€ katanya.

Sementara itu, Tazkia Mahfudah yang juga merupakan mahasiswa FEB menyampaikan rasa bangga karena dapat mewakili fakultasnya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik untuk belajar dan bekerja sama.

โ€œPentas MPKT ini tidak hanya menjadi ajang bagi para mahasiswa untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat rasa solidaritas dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pengembangan karakter dan budaya di era modern. Saya harap kegiatan ini akan terus ada setiap tahunnya,โ€ ungkap Tazkia. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom