Nasional
Beranda ยป Berita ยป TKA 2026 Dimulai, Fahira Idris Soroti Nilai Strategis Sistem Seleksi Berbasis Prestasi

TKA 2026 Dimulai, Fahira Idris Soroti Nilai Strategis Sistem Seleksi Berbasis Prestasi

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga pemerhati pendidikan Fahira Idris mengungkapkan, secara konseptual TKA memiliki nilai strategis sebagai instrumen untuk memetakan capaian belajar individu sekaligus memperkuat sistem seleksi berbasis prestasi. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga pemerhati pendidikan Fahira Idris mengungkapkan, secara konseptual TKA memiliki nilai strategis sebagai instrumen untuk memetakan capaian belajar individu sekaligus memperkuat sistem seleksi berbasis prestasi. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan nasional yang lebih terukur, objektif, dan berkeadilan, telah dimulai. Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta yang juga pemerhati pendidikan Fahira Idris menyambut baik dimulainya TKA 2026.

โ€œTKA merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem evaluasi pendidikan yang lebih kredibel dan terstandar. Namun, pelaksanaannya harus terus disempurnakan agar benar-benar memberi manfaat maksimal bagi peserta didik dan sistem pendidikan kita,โ€ ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (07/04/2026) kemarin.

Senator Jakarta ini mengungkapkan, secara konseptual TKA memiliki nilai strategis sebagai instrumen untuk memetakan capaian belajar individu sekaligus memperkuat sistem seleksi berbasis prestasi. Namun di lapangan, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian serius.

Berbagai catatan, seperti kesenjangan fasilitas antarwilayah, kendala teknis hingga potensi ketidakselarasan dengan kurikulum menjadi hal yang harus segera dibenahi.

Selain itu, Fahira Idris juga menyoroti hasil TKA yang berpotensi membuat adanya labelisasi sekolah favorit. Artinya. penting menjalankan prinsip transparansi hasil TKA yang diimbangi dengan perlindungan terhadap reputasi sekolah dan keadilan bagi siswa dari berbagai latar belakang.

Seorang Pengedar Diamankan di Leles, Polres Garut Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal

Untuk itu, Fahira Idris menyampaikan beberapa catatan dan rekomendasi agar pelaksanaan TKA benar-benar efektif, adil, dan berdampak positif. Pertama, memastikan kesiapan infrastruktur dan dukungan teknis yang merata di seluruh daerah, terutama bagi sekolah dengan keterbatasan perangkat dan akses internet, agar tidak terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan.

Kedua, memperkuat sinkronisasi antara kurikulum, proses pembelajaran, dan materi TKA, sehingga siswa tidak merasa โ€œdikejutkanโ€ oleh model soal yang belum sepenuhnya terinternalisasi dalam proses belajar. Ketiga, menempatkan TKA sebagai alat pemetaan dan perbaikan mutu pendidikan, bukan sebagai sumber โ€œtekananโ€ baru bagi siswa, dengan memastikan pendekatan pelaksanaan yang humanis dan memperhatikan aspek psikologis peserta didik.

Keempat, menjaga integritas dan transparansi penyelenggaraan, mulai dari penyusunan soal, pengawasan pelaksanaan, hingga pelaporan hasil, agar kepercayaan publik terhadap sistem asesmen semakin kuat. Kelima, mengantisipasi potensi komersialisasi berlebihan dan praktik-praktik yang dapat menggerus esensi TKA, termasuk maraknya bimbingan belajar yang menjadikan TKA sebagai komoditas semata.

Keenam, memastikan hasil TKA ditindaklanjuti secara konkret melalui kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penguatan kompetensi guru, perbaikan metode pembelajaran, dan intervensi berbasis data.

Fahira Idris juga menegaskan, keberhasilan TKA tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaannya, tetapi terutama oleh bagaimana hasilnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Ini Penampakan Sekolah Islam Al Azhar Margonda Depok, Warga: Nggak Kebayang Macetnya

โ€œTKA harus menjadi alat refleksi dan perbaikan, bukan sekadar rutinitas evaluasi. Jika dikelola dengan baik, TKA bisa menjadi fondasi penting untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adil, berkualitas, dan relevan dengan tantangan masa depan,โ€ pungkasnya.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan menetapkan memulai Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP/MTs/sederajat pada 6 hingga 16 April 2026. TKA diperuntukkan bagi siswa kelas 9 sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran secara nasional.

Pelaksanaan TKA berlangsung selama dua hari dengan materi yang berbeda. Hari pertama berfokus pada Matematika dan Numerasi, sedangkan hari kedua pada Bahasa Indonesia literasi. Sementara TKA SD akan diadakan pada 20-30 April 2026. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Pemkot Depok Targetkan Program Ruang Bersama Indonesia Terbentuk di 63 Kelurahan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom