Galeri
Beranda » Berita » Swara SeadaNya, Simpati untuk Sumatera di Majelis Nyala Purnama

Swara SeadaNya, Simpati untuk Sumatera di Majelis Nyala Purnama

Sumatera dalam acara Majelis Nyala Purnama #9 yang di gelar Direktorat Kebudayaan UI yang bekerja sama dengan Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia, di Makara Art Center UI, Selasa (06/01/2026) malam.

RUZKA INDONESIA — Kelompok musik etnik kontemporer Swara SeadaNya mementaskan sebuah repertoar untuk menunjukkan rasa simpati terhadap korban bencana alam di Sumatera dalam acara Majelis Nyala Purnama #9 yang di gelar Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) yang bekerja sama dengan Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia, di Makara Art Center UI, Selasa (06/01/2026) malam.

Dalam acara yang mengambil tema: “Tahun Baru, Semangat Baru, Wajah Baru: Menata Ulang Relasi Manusia dan Alam” itu Swara SeadaNya memainkan komposisi gabungan dari lagu legendaris “Kala Sang Surya Tenggelam” ciptaan Guruh Soekarnoputra, yang dikenal luas melalui suara Chrisye dan puisi karya Ayie Suminar.

Dalam pementasan ini personel Swara SeadaNya yang terlibat adalah Asep Rachman Muchlas (suling), Gunawan Wicaksono (gitar dan vokal), Theressa Rida (celempung dan puisi), Abrar Husin (digital special effect), dan Indonesiana Ayuningtyas (tari tradisional).

Kala Sang Surya Tenggelam” dibawakan dengan interpretasi oleh Swara SeadaNya yang menerjemahkan lagu tersebut sebagai cerita Bapak Langit yang diuji gelap dan Ibu Bumi yang menanggung luka, mereka belajar kehilangan rindu, dan menghadapi cobaan.

Lagu dan puisi tersebut divisualisasikan melalui koreografi yang memadukan berbagai ragam gerak tari Nusantara.

Film Festival Horor Sukses Digelar, Janur Ireng Keluar Sebagai Film Terpilih

Indonesiana Ayuningtyas menggabungkan berbagai ragam gerak tari dari beberapa daerah di Nusantara seperti Minang, Melayu, Sunda, Jawa, hingga Betawi.

Penggabungan ragam gerak lintas budaya ini dimaknai sebagai pesan bahwa masyarakat Sumatera tidak menghadapi duka sendirian.

Melainkan seluruh bangsa Indonesia turut merasakan dan ingin bersama-sama membantu. Melalui seni, kolaborasi ini menyuarakan empati, solidaritas, dan kesadaran kolektif terhadap kondisi alam yang tengah terluka.

“Repertoar ini kami sajikan untuk menyuarakan pentingnya menjaga keselarasan hidup antara manusia dengan alam,” ungkap Ayie Suminar, manajer Swara SeadaNya sekaligus penulis puisi. (***)

Sumber: Humas Komoenitas Makara
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Kenangan Lagu Widuri, Simbol Kesunyian dengan Kesedihan yang Tenang dan Penuh Keikhlasan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *