RUZKA INDONESIA — Setelah beberapa kali melakukan audiensi, akhirnya pada 5 Februari 2026 dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara SMK Ekonomika Kota Depok yang merupakan bagian dari Yayasan GHAMA dengan East West International College (EWIC).
Penandatangan dilakukan langsung oleh CEO EWIC Malaysia Prof. Dato Dr. HJ. Abdul Murad dan Kepala Sekolah SMK Ekonomika Sayuty Rachman, S.TR. Par. Disaksikan oleh Ketua Pembina Yayasan GHAMA yang juga Tokoh Pendidikan Kota Depok H. Acep Azhari serta Chairman Depok Institute (DI), Solihin, S.E., M.Pd.
Sehari setelah MoU, pada 6 Februari 2026, CEO EWIC Malaysia Prof Dato’ Murad bersama 2 orang stafnya melakukan kunjungan langsung ke lingkungan SMK Ekonomika yang disambut hangat oleh Ketua Pembina Yayasan GHAMA H. Acep Azhari, Direktur Utama Yayasan Ghama (Ghama d’leader School/GDS) Aditya Nugraha Azhari, S.Tr.Par., Ketua Yayasan Hj. Haryanti, S.E. , Nasrullah Ali Fauzi Ex staf atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Malaysia, Sekretaris Yayasan Jakaria, S.E., Kepala Sekolah SMK Nasional Depok Muhammad Ihsan, M. Pd., juga Kepala Program, Hubin serta pimpinan civitas Pendidikan dan manajemen di lingkungan SMK Ekonomika Kota Depok
Ketua Pembina Yayasan GHAMA H. Acep Azhari, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada CEO EWIC Malaysia Prof. Dato’ Murad di Kota Depok khususnya di lingkungan SMK Ekonomika Depok.
Pria yang akrab disapa Jiacep menyampaikan bahwa pilihan Kerjasama dengan Grup Ghama khususnya SMK Ekonomika Adalah pilihan tepat.
Dalam sepanjang Kerjasama yang melibatkan siswa, SMK Ekonomika nyaris tidak ada complain dari para partner.
“Kami kedepankan rasa tanggung jawab dan disiplin untuk semua Program kerjasama dengan para mintra,” terang Jiacep dalam keterangan yang diterima, Ahad (08/02/2026).
Jiacep berharap program ini tidak berhenti di MoU tapi wajib direalisasikan. Ia akan menyambut baik dan sangat serius mewujudkan keberhasilan Kerjasama ini.
“Saya berharap tidak berhenti di sini, tapi EWIC Malaysia kelak dengan Ghama Grup dapat membuka Akademi atau Kampus Bersama di Depok,” ucapnya.
Prof. Dato’ Murad menyambut baik keseriusan H. Acep dengan lembaganya. Sebagai bentuk sambutan keseriusan.
“Kami akan bagi pinjaman untuk biaya Visa masing-masing 3.000 ringgit Malaysia untuk 10 orang siswa di SMK Ekonomika Kota Depok ini,” terang Dato dngan penuh semangat.
Jika dikurskan dengan nilai saat MoU ditandatangan maka nilai pinjaman lebih dari Rp128 juta.
Bagi Dato dengan program unggulan yang akan ditawarkan, yaitu “Work Based Learning” atau belajar sambil bekerja, maka memungkinkan siswa SMK Ekonomika dapat melanjutkan studi hingga jenjang D-3 bahkan S-1 di Malaysia, dengan sistem pembelajaran 70% praktik industri dan 30% akademik.
Ketua Depok Institute, Solihin, S.E., M. Pd., berharap dengan Kerjasama ini maka pelajar di Indonesia khususnya Kota Depok untuk bisa mendapatkan akses belajar hingga ke luar negeri makin meningkat.
Kuliah ditingkat global, bukan sekedar mimpi tapi dapat diwujudkan. Program ini menurutnya dirancang agar tidak membebani orang tua karena sebagian biaya ditopang dari skema magang di mitra industri yang berafiliasi dengan EWIC.
“Soal biaya selama ini menjadi momok sebagian orang tua ketika ingin menyekolahkan atau kuliah di luar negeri, program Kerja sama EWIC Malaysia dan Ghama Grup Adalah sebuah Solusi,” jelasnya.
Kerja sama Ghama Grup dengan EWIC Malaysia adalah pengiriman lulusan SMK Ekonomika untuk dapat melanjutkan Pendidikan D3 Perhotelan di Malaysia.
Para pelajar nantinya hanya membayar biaya Visa kuliah di Malaysia sementara biaya pendidikan, tempat tinggal, makan, transpor , seragam dan lain sebagainya didapat dari magang di hotel yang sudah bekerjasama dengan EWIC Malaysia.
Tentu hotel-hotel pilihan baik Bintang Empat maupun Lima yang bukan hanya menerima mereka bekerja tapi juga memberikan pengalaman berharga belajar menjadi professional di perhotelan.
East West International College (EWIC) Malaysia, sebuah perguruan tinggi perhotelan terkemuka yang memiliki Program Work Based Learning, yaitu program belajar sambil magang di Malaysia untuk tiga jenjang pendidikan, seperti diploma dua tahun (D2), diploma tiga tahun (D3) dan bahkan bisa hingga Sarjana (S1).
Khusus untuk melanjutkan hingga S1, EWIC Malaysia bekerja sama dengan partners perguruan tinggi lainnya di Malaysia. Kini dari 150 orang mahasiswa asing EWIC Malaysia, 100 orang berasal dari Indonesia sementara 50 lainnya menyebar lebih dari 7 negara yang bekerjasama dengan EWIC Malaysia.
Kedepan EWIC berharap mahasiwa asing yang kuliah di sana 100 persen berasal dari Indonesia. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar