RUZKA INDONESIA — Polres Metro Depok akan mengambil langkah tegas terhadap remaja yang terlibat aksi tawuran dan bermain petasan selama bulan suci Ramadhan.
Para remaja tersebut akan dibina melalui program pesantren kilat (Sanlat) sebagai upaya pembinaan karakter.
Sslama Ramadhan, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya aksi tawuran remaja, menjadi perhatian serius pihaknya.
โDalam menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadhan, yang menjadi perhatian kami adalah masalah tawuran. Anak-anak yang terlibat tawuran nantinya akan kami ikutkan dalam program pesantren kilat,โ ujar Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras dalam keterangan yang diterima, Senin (16/02/2026).
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan masukan masyarakat yang menginginkan suasana aman dan kondusif selama Ramadan di Kota Depok.
Melalui program pesantren kilat, diharapkan dapat menekan angka kenakalan remaja sekaligus membentuk karakter yang lebih baik. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan pembinaan bagi remaja yang masih nekat melakukan pelanggaran.
โApabila masih ada yang nekat tawuran, nanti akan kami bina melalui pesantren kilat di Polres Metro Depok,โ tegas Kapolres.
Selain tawuran, dirinya juga menyoroti perilaku remaja yang bermain petasan. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Untuk mendukung program pembinaan tersebut, Polres Metro Depok akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui dinas terkait agar pelaksanaannya berjalan optimal.
โKami akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk berkolaborasi dalam melakukan pembinaan terhadap remaja,โ pungkas Kapolres. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar