RUZKA INDONESIA –Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pemuda.
Meski demikian, masih terdapat catatan penting terkait belum adanya Rencana Aksi Daerah (RAD) tentang Kepemudaan di Kota Depok.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kota Depok, Tommy Sitorus, dalam acara YOUTH TALK VOL. 1 bertajuk “Kolaborasi, Refleksi, Aksi, Depok Next Level: 1 Tahun, Apa yang Sudah dan Kemana Arah Kita?” yang digelar di Gedung Pemuda Tole Iskandar, Kota Depok, Selasa (24/02/2026) pukul 14.00 WIB.
Dalam forum refleksi satu tahun pemerintahan tersebut, Tommy menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah kota menunjukkan arah pembangunan yang positif.
“Kami melihat ada semangat kolaborasi yang kuat dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Program penataan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta pembukaan ruang partisipasi masyarakat berjalan cukup baik dalam satu tahun ini,” ujar Tommy di hadapan peserta diskusi yang terdiri dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan komunitas kreatif.
Menurutnya, pendekatan kepemimpinan yang komunikatif dan terbuka menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan sejumlah program prioritas. Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM yang banyak melibatkan anak muda.
Namun demikian, KNPI Kota Depok memberikan rekomendasi strategis terkait arah pembangunan kepemudaan ke depan.
“Intervensi program kepemudaan sudah baik, ada di dana RW 300 Juta, namun program tersebut jika berjalan tanpa landasan rencana aksi daerah tentang kepemudaan akan sulit kita merancang pembangunan Kepemudaan yang partisipatif dan proporsional, RAD Kepemudaan ini penting demi pembangunan kepemudaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, apa lagi 63% Masyarakat Depok didominasi Millenial, Gen Z, Gen Alfa,” jelasnya.
Tommy menjelaskan bahwa RAD Kepemudaan bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk menyinergikan visi pembangunan daerah dengan potensi dan kebutuhan generasi muda. Dengan adanya RAD, berbagai program lintas perangkat daerah dapat terintegrasi, mulai dari kewirausahaan muda, kepemimpinan, literasi digital, hingga penguatan karakter dan kebangsaan.
Dalam momentum satu tahun kepemimpinan ini, KNPI mendorong agar pemerintah Kota segera menyusun dan merancang RAD Kepemudaan dengan melibatkan organisasi kepemudaan, akademisi, serta komunitas.
“Kami sudah berkomunikasi kepada Walikota, Wakil Walikota dan jajaran lintas OPD khususnya Disporyata, bahwa KNPI akan terlibat aktif dalam pembangunan. Karena prinsipnya pemuda harus menjadi subjek dalam pembangunan. Karena itu, kami siap berkolaborasi, menyusun dan merekomendasikan roadmap pembangunan kepemudaan memastikan terwujudnya visi Bersama Depok Maju,” ungkapnya.
Acara YOUTH TALK VOL. 1 sendiri menjadi ruang dialog terbuka untuk mengapresiasi capaian satu tahun pemerintahan sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan. Forum ini diharapkan menjadi agenda rutin sebagai wadah partisipasi publik, khususnya generasi muda, dalam mengawal pembangunan Kota Depok yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan aksi, para pemuda Depok optimistis tahun-tahun berikutnya akan menghadirkan terobosan yang lebih progresif, termasuk lahirnya Rencana Aksi Daerah Kepemudaan sebagai fondasi strategis pembangunan generasi muda di Kota Depok. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar