Info Sehat
Beranda ยป Berita ยป Puasa Ramadhan, Latihan Alami Berhenti Merokok dan Vape

Puasa Ramadhan, Latihan Alami Berhenti Merokok dan Vape

Puasa Ramadhan, waktu yang tepat berhenti merokok dan vape. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Bulan Ramadhan dapat menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk memulai hidup lebih sehat dengan menghentikan kebiasaan merokok maupun menggunakan rokok elektronik (vape).

Puasa memberikan jeda alami selama 12โ€“14 jam tanpa rokok atau vape, sehingga tubuh secara tidak langsung dilatih untuk menahan dorongan nikotin.

Staf Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) โ€“ RS Persahabatan, Dr. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K), MPd.Ked, menjelaskan bahwa periode puasa sebenarnya dapat menjadi kesempatan baik untuk mulai berhenti merokok.

โ€œPuasa Ramadhan memberikan jeda alami selama 12โ€“14 jam tanpa merokok atau vape. Ini seperti latihan gratis untuk berhenti, karena sejak sahur hingga berbuka kita sudah โ€˜puasa nikotinโ€™ tanpa
sadar,โ€ ujar Dr. Feni dalam keterangan yang diterima, Senin (08/03/2026).

Namun, menurutnya tantangan sering muncul setelah berbuka puasa, saat tarawih, atau ketika begadang di malam hari. Pada waktu-waktu tersebut, banyak orang berkumpul sehingga godaan untuk kembali merokok atau menggunakan vape menjadi lebih besar.

Primaya Hospital Kelapa Gading Jakarta Perkuat Layanan dengan Peluncuran Penanganan GERD dan Dialisis Modern

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Feni juga mengingatkan bahwa rokok elektrik atau vape sering dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal anggapan tersebut merupakan mitos yang berbahaya.

โ€œVape tetap mengandung nikotin yang menyebabkan kecanduan. Selain itu, aerosol atau uap halusnya dapat mengiritasi paru-paru dan menimbulkan keluhan seperti batuk, dahak, napas berat, bahkan sesak, terutama pada penderita asma,โ€ jelasnya.

Dalam jangka panjang penggunaan vape juga dapat memperburuk Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), meningkatkan risiko infeksi saluran napas, serta menurunkan stamina secara perlahan. Tanda kecanduan nikotin antara lain sulit menahan keinginan merokok, merasa gelisah ketika tidak merokok, mudah marah, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan tidur meskipun seseorang sudah mencoba berhenti berkali-kali.

Meski demikian, berhenti merokok dapat memberikan manfaat yang cukup cepat bagi tubuh.

Dalam hitungan hari hingga minggu, napas dapat terasa lebih lega, batuk dan dahak berkurang, stamina meningkat, tidur menjadi lebih nyenyak, serta indera penciuman dan perasa membaik.

Warga Depok Diminta Waspada Penyebaran Kasus Campak

โ€œDalam jangka panjang, risiko penyakit paru, jantung, dan pembuluh darah juga turun drastis karena tubuh mulai memulihkan diri dari kerusakan akibat rokok,โ€ kata Dr. Feni.

Dia mencontohkan, setelah sekitar satu minggu tidak merokok, seseorang dapat mulai merasakan peningkatan stamina, seperti mampu berjalan lebih jauh tanpa mudah sesak napas. (***)

Jurnalis: Ruzka Azra Muhammmad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

RSUI Gelar Pengmas Bakti Sosial Gerakan Amal Medis Ramadhan 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom