RUZKA INDONESIA — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan divestasi bisnis SariWangi telah tuntas, setelah perusahaan menandatangani seluruh dokumen dan menerima pembayaran penuh dari Grup Djarum, Senin (02/03/2026).
Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, menekankan transaksi penjualan unit bisnis itu tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum maupun kelangsungan usaha.
โPenjualan bisnis teh SariWangi tersebut akan memungkinkan perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham,โ jelas Mario, dalam keterangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lanjut Mario, setelah divestasi itu tuntas, UNVR akan mengembalikan nilai investasi itu kepada pemegang saham dalam jangka pendek, serta fokus pada bisnis inti yang tersisa untuk jangka panjang.
UNVR telah mengumumkan kesepakatan untuk menjual bisnis teh SariWangi, dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun kepada PT Savoria Kreasi Rasa (SKR)
PT SKR bukan pemain baru di industri Food & Beverages (F&B) Indonesia. Perusahaan milik Grup Djarum ini telah membawahi sejumlah brand ternama seperti permen POLO, FOX, minuman Nestea, snack Crunch, dan Kopi Tubruk Gadjah.
Savoria Kreasi Raya juga mengakuisisi PT Griya MieSejati, perusahaan induk dari Bakmi GM, jaringan restoran mie tertua di Indonesia. Transaksi ditaksir antara Rp2 hingga Rp2,4 triliun.
Sepanjang 2025 lalu, UNVR mencetak laba sebesar Rp7,64 triliun. Perolehan ini meningkat 127% secara tahunan, didukung dengan kinerja penjualan bersih yang mencapai Rp31,94 triliun. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar