RUZKA INDONESIA — Tim Masjid Pantai Bali terus mematangkan persiapan peresmian (soft launching) Wisata Religi Masjid Pantai Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026, bertepatan dengan kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam rangka mensukseskan kegiatan ini, Ketua Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Firmansyah Dimmy, bersama Ustadz Bambang Santoso, Ketua DPW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali dan Ustadz Ahmad Sugiarto, Pengurus Pusat DMI, melakukan audiensi kepada Ketua Umum PP DMI, Bapak Jusuf Kalla pada 7 Januari 2026 di kediamannya di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan visi “Smart Masjid” dalam pengembangan Masjid Pantai Bali melalui konsep 5 E (Edukasi, ekonomi, ekologi, empati dan entertain) sebagai destinasi wisata religi berbasis masjid di kawasan pesisir, yang memadukan fungsi ibadah, edukasi, teknologi, ekonomi dan budaya yang mengangkat kearifan lokal serta pariwisata ramah Muslim.
Firmansyah Dimmy menjelaskan bahwa setiap masjid memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing. Masjid Pantai Bali hadir dengan ekosistem yang unik, baik dari sisi infrastruktur maupun non-infrastruktur, yang dirancang untuk melayani umat sekaligus menjadi daya tarik wisata religi di Bali.
Keunggulan Infrastruktur Wisata Religi Masjid Pantai Bali adalah adanya fasilitas Manasik Haji dan Umrah pertama di Pulau Bali, berupa miniatur Kaโbah, Hajar Aswad, Masjidil Haram, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, Jamarat, serta ShafaโMarwa. Fasilitas ini menjadi sarana edukasi ibadah bagi masyarakat, lembaga pendidikan, serta wisatawan Muslim.
Kawasan masjid juga memiliki dua bangunan masjid, yakni masjid lama dan masjid baru, yang masing-masing memiliki nilai historis dan cerita perjuangan (story telling) dakwah Islam di pesisir Bali.
Keunggulan lainnya adalah lokasi masjid yang berada di tepi laut, dengan panorama alam dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menghadirkan suasana ibadah yang reflektif dan menyatu dengan alam.
Selain infrastruktur fisik, Masjid Pantai Bali mengembangkan ekosistem kegiatan yang memadukan ruang darat, laut, dan udara. Berbagai kegiatan digelar, antara lain pentas seni, workshop UMKM, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Di sektor maritim, pengurus masjid aktif mengangkat budaya lokal melalui lomba perahu layar (Jukung) dan lomba dayung sampan (Omplok) yang melibatkan komunitas nelayan se-Jawa Bali.
Sementara itu, pemanfaatan teknologi mulai dilakukan melalui penggunaan drone di udara Jembrana untuk dokumentasi, promosi, dan dakwah visual, sehingga menjangkau generasi muda dan memperluas eksposur wisata religi Masjid Pantai Bali.
Sebagai bagian dari persiapan soft launching, Tim Masjid Pantai Bali dan Kepala Dusun juga melakukan audiensi dengan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, di Jembrana, Bali, tgl. 22 Jan 2026 di Rumah Dinas Bupati Jembrana.
Audiensi tersebut membahas kesiapan acara peresmian serta sinergi antara pengelola masjid dan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam pengembangan wisata religi dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Bupati Jembrana menyambut baik inisiatif pengembangan Wisata Religi Masjid Pantai Bali yang dinilai sejalan dengan semangat toleransi, pelestarian budaya lokal, serta pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Jembrana.
Melalui pengembangan ini, Masjid Pantai Bali diharapkan dapat menjadi model wisata religi pesisir berbasis masjid, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, edukasi, teknologi, budaya, dan perekat harmoni sosial di Bali. (***/Fir)
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar