Nasional
Beranda ยป Berita ยป Legislator PKS Ateng Sutisna Kritik Rencana Proyek Geotermal Tampomas: Jangan Tergesa-gesa

Legislator PKS Ateng Sutisna Kritik Rencana Proyek Geotermal Tampomas: Jangan Tergesa-gesa

Anggota DPR-RI Komisi XII H.Ateng Sutisna usai safari Ramadhan di Majalengka. (Foto: Dok Eko Widantoro)

RUZKA INDONESIA — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H. Ateng Sutisna, meminta pemerintah pusat untuk tidak tergesa-gesa dalam mengeksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat (Jabar)

Ateng menilai pemerintah seharusnya mengedepankan pendekatan sosial ketimbang sekadar mengejar target tender.

“Sangat disayangkan mungkin pemerintah pusat terlalu tergesa-gesa, tidak secara arif harusnya yang diajak bicara dulu masyarakat,” ujar Ateng dalam sebuah sesi wawancara usai melakukan safari Ramadhan di Majalengka, Selasa (24/2/2026).

Trauma Penolakan 2016

Ateng mengungkapkan bahwa berdasarkan temuannya di lapangan dua pekan lalu, warga di lingkar Gunung Tampomas masih menunjukkan sikap penolakan yang kuat. Hal ini disebutnya sebagai dampak dari rencana serupa pada 2016 yang hingga kini menyisakan resistensi di tengah masyarakat.

Satu Dapil, Anggota DPR RI Fraksi PKS Puji Kinerja Bupati Majalengka: Investasi Mulai Menggeliat!

Legislator dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang (SMS) ini mengingatkan bahwa proses tender yang saat ini sedang berjalan tidak akan efektif jika investor pemenang nantinya tidak mampu merangkul warga setempat.

Menurutnya, penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan sosialisasi harus dilakukan secara transparan.

Potret Ironi di Gunung Salak

Sikap kritis Ateng bukan tanpa alasan. Ia membeberkan sejumlah fakta ironis dari proyek geotermal yang sudah beroperasi puluhan tahun di lokasi lain, seperti di Gunung Salak, Dieng, dan Darajat.

Di Gunung Salak misalnya, ia menemukan masih ada dua kampung yang belum teraliri listrik meski berada di sekitar pembangkit panas bumi.

Usia Belia, Cicilan Dua Dekade: Pelayan Rumah Makan Miliki Rumah Lewat KPR BTN

“Padahal geotermal itu ditujukan untuk pembangkit listrik, tapi masyarakat setempatnya belum mendapatkan listrik. Itulah potret kehadiran investor geotermal padahal sudah puluhan tahun di situ,” tegasnya.

Selain masalah akses energi, Ateng juga mencatat sejumlah keluhan warga terkait dampak lingkungan, antara lain:

. Munculnya bau belerang yang menyengat.

. Polusi suara atau kebisingan dari aktivitas pembangkit.

.Berkurangnya pasokan air bersih hingga kekhawatiran akan bencana longsor.

Satgas Dinas PUPR Depok Lakukan Penambalan Jalan Berlubang, Tugas Perawatan Berkelanjutan

.Dukungan Swasembada Energi dengan Syarat

Meski melontarkan kritik tajam, Ateng menegaskan bahwa dirinya secara prinsip mendukung visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan energi nasional.

Namun, ia memberikan syarat mutlak: proyek tersebut harus membawa manfaat nyata bagi rakyat sekitar, bukan sekadar tertuang di atas kertas melalui skema bonus produksi atau CSR.

“Yakin kalau masyarakat itu kalau manfaatnya ada, pasti mendukung,” pungkasnya. Ateng mengimbau pemerintah dan calon investor untuk melibatkan tokoh masyarakat dan kader lokal sejak awal guna meminimalisir penolakan di wilayah potensial lain, termasuk di kawasan Gunung Ciremai. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdianayah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom