Nasional
Beranda ยป Berita ยป Laporan Palsu atau ABS, Jamiluddin Ritonga: Prabowo Harus Berani Pecat Pelakunya

Laporan Palsu atau ABS, Jamiluddin Ritonga: Prabowo Harus Berani Pecat Pelakunya

Laporan Asal Bapak Senang (ABS) dapat menyesatkan bagi pimpinan, termasuk bagi Prabowo sebagai presiden, sebab laporan ABS sudah pasti tidak sesuai realitas yang bila dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan dapat menyesatkan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Laporan Asal Bapak Senang (ABS) dapat menyesatkan bagi pimpinan, termasuk bagi Prabowo sebagai presiden, sebab laporan ABS sudah pasti tidak sesuai realitas yang bila dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan dapat menyesatkan. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Dalam acara Tasyakuran ke-1 Danantara, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan kepada jajarannya agar tidak memberikan laporan palsu atau laporan yang dibuat hanya untuk menyenangkan pimpinan.

Peringatan Prabowo tersebut mendapat sorotan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga. Menurutnya, peringatan keras Prabowo itu tentu layak diapresiasi.

“Laporan semacam itu sudah membudaya dan sering disebut laporan Asal Bapak Senang (ABS). Budaya ABS itu memang masih kental, termasuk di birokrasi. Bahkan petinggi negeri ini terkesan bangga dengan budaya ABS,” tutur Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Kamis (12/03/2026).

Seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditanya Presiden Prabowo mengenai listrik di Aceh. Saat itu, Bahlil menyebut listrik di Aceh pulih 93 persen pascabencana. Nyatanya, listrik di Aceh jauh dari yang dikatakan Bahlil.

Begitu juga terkait makanan bergizi gratis (MBG). Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam Sidang Kabinet (15/12/25) melaporkan satu anak mendapatkan satu ekor lele utuh per porsi.

Komisi IX DPR RI Tinjau Pasar Depok Jaya, Pastikan Keamanan Pangan Ramadhan 2026

Bahkan Ketua BGN pernah mengatakan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memotong satu ekor sapi per hari untuk kebutuhan MBG.

“Jadi, kalau ada 19 ribu SPPG pada akhir tahun 2025, maka ada 19 ribu ekor sapi harus dipotong dalam sehari. Nyatanya lele dan sapi jarang dikonsumsi penerima MBG. Penerima MBG lebih sering memperoleh telor. Bahkan ada yang mempertanyakan gizi menu MBG yang diperoleh siswa,” lanjut mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Menurut Jamil, laporan semacam itu jelas membuat presiden tidak mendapat informasi yang sebenarnya. Laporan ABS dapat menyesatkan bagi pimpinan, termasuk bagi Prabowo sebagai presiden, sebab laporan ABS sudah pasti tidak sesuai realitas yang bila dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan dapat menyesatkan.

Agar presiden tidak lagi mendapatkan laporan ABS, Jamil melihat perlunya memperhatikan dua hal penting.

“Pertama, setiap laporan perlu dilakukan recheck kembali. Untuk ini, Presiden perlu melakukan pendekatan bottom-up, sehingga setiap laporan dapat dikonfirmasi melalui masukan dari pendekatan bottom-up,” ujarnya.

Hingga Lebaran 2026, PMI Depok Pastikan Stok Darah Aman

Pendekatan bottom-up dapat dilakukan melalui masukan dari gubernur, bupati/walikota, bahkan bisa melalui camat. Bisa juga dengan turun langsung ke masyarakat.

“Dua, Prabowo perlu membentuk tim khusus untuk mengklarifikasi setiap laporan. Tim ini dapat memantau berbagai isu di media konvensional dan media sosial. Dengan begitu, laporan yang diterima dapat dibandingkan dengan hasil pemantauan isu di media konvensional dan media sosial,” jelasnya.

Bila laporan yang diterima tidak sesuai dengan hasil pendekatan bottom-up dan hasil pemantauan isu, maka sebaiknya pembuat laporan dipecat. Dengan cara ini diharapkan akan muncul efek jera, termasuk upaya memberantas budaya ABS.

“Prabowo perlu tegas terhadap semua aparatur di bawahnya. Bila membuat laporan ABS bakal disanksi pemecatan. Dengan begitu, budaya ABS diharapkan dapat dikikis di era Prabowo memimpin Indonesia tercinta,” pungkas Jamil. (***)

Editor: M Jamiluddin Ritonga
Email:
aodwiyantho@gmail.com

Pagdam Jaya Tutup TNI Manunggal Masuk Desa ke-127 di Depok, Tekankan Kemanunggalan dengan Warga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom