Lingkungan
Beranda » Berita » Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

Papan plang tanah ini milik PT Pakuan Tbk tertancap sekaligus menutup akses ke lokasi pembangunan jogging track diatas air Situ 7 Muara, Sawangan, Kota Depok. Pagar beton yang dibongkar Wali Kota Depok, Supian Suri pada Jumat (25/01/2026) kembali dipagat dengan pagar besi dan ditaruh pot bunga. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Lapor Kang Dedi Mulyadi (KDM), pembongkaran bangunan untuk jogging track diatas air Situ 7 Muara, Sawangan, Kota Depok terhenti, Selasa (27/01/2026).

Penyebabnya, sejumlah preman bersama sejumlah orang yang diduga petugas keamanan pengembang perumahan Shila at Sawangan melakukan intimidasi ke para petugas pembongkaran dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemrov Jabar).

Tak hanya itu, sejumlah orang berpakaian preman juga melakukan aktivitas dengan memasang kembali pagar beton yang dibongkar dengan pagar besi yang tertutup rapat disertai penanaman pohon agar tidak bisa dilalui.

Akibatnya, alat berat yang sedang melakukan pembongkatan tidak leluasa bergerak bebas, bermanuver untuk melakukan pembongkaran serta tidak ada tempat untuk menaruh material kayu, triplek dan besi serta sisa-sisa beton yang dibongkar.

Intimidasi juga dilakukan dengan berteriak-teriak dengan kata-kata kasar ke para petugas pembongkaran.

Tanpa KDM, SS Pimpinan Langsung Pembongkaran Bangunan Diatas Air Situ 7 Muara Depok

“Tai, anjing. Mana ada masyarakat komplain. Mana satu orang aja nggak ada yang demo,” teriak sejumlah orang yang duga preman dan petugas keamanan Shila at Sawangan ke para petugas pembongkaran dan beberapa wartawan yang sedang meliput pembongkaran tersebut.

Tenyata, para wartawan yang sedang meliput pembongkaran bangunan jogging track diatas air Situ 7 Muara juga mendapat intimidasi.

Untuk menghindari bentrokan, petugas pembongkaran dari Dinas SDA Pemprov Jabar terpaksa menghentikan alat berat pada pukul 14.00 WIB.

“Tadi kita lagi kerja, tapi mereka malah ada kegiatan nanem pohon yang menggangu kegiatan kita. Untuk hindari bentrok, terpaksa kita tidak lanjutkan pembongkaran,” terang seorang pekerja pembongkaran yang namanya dirahasiakan.

Berdasarkan pemantauan wartawan Ruzka Indonesia, pelaksanaan pembongkaran tidak di kawal aparatur Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam hal ini Satpol PP Kota Depok dan aparat keamanan dari Polres Metro Depok serta TNI dari Kodim Depok.

Bongkar! Langgar Aturan, KDM dan SS akan Saksikan Langsung Pembongkaran Bangunan Diatas Air Situ 7 Muara

Saat ini juga sudah terpasang plang papan tanah ini milik PT Pakuan Tbk, tertancap sekaligus menutup akses ke lokasi pembangunan jogging track diatas air Situ 7 Muara, Sawangan, Kota Depok. Pagar beton yang dibongkar Wali Kota Depok, Supian Suri pada Jumat (25/01/2026) kembali dipagar dengan pagar besi dan ditaruh pot bunga. 

Terhentinya pembongkaran dan dipasangnya papan plang tersebut, jelas mengangkangi kewibawaan Pemkot Depok.

Sebelumnya, setelah viral dan diberitakan Ruzka Indonesia, Gubernur Jabar, Dedi Mulayadi atau KDM langsung beraksi dan memerintahkan Wali Kota Depok, Supian Suri (SS) untuk memimpin pembongkaran bangunan jogging track diatas Situ 7 Muara, Ahad (25/01/2026).

Turut hadir pejabat dari Dinas SDA Pemrov Jabar dan pejabat Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane (BWSCC), Kementerian PU.

“Pembangunan yang ada di atas badan air atau situ tidak diperbolehkan. Hasil koordinasi kami dengan Pemprov Jabar dan informasi dari BWSCC bahwa pembangunan tidak ada izin dan sudah dapat surat teguran dari BWSCC. Jadi harus dibongkar,” ujar Wali Kota Depok, Supian Suri.

Lapor Kang Dedi Mulyadi, Pemkot Depok Ngga Ada Wibawanya! Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Langgar Aturan

Situ 7 Muara merupakan milik Pemprov Jabar dan menginginkan asetnya dikembalikan seperti kondisi awal.

“Tidak boleh ada bangunan apa pun yang berdiri di atas Situ 7 Muara yang berfungsi sebagai kawasan resapan air di wilayah Kota Depok,” tegas Supian. (***)

Jurnalis: Aris/FSAN
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

  1. Firmansyah berkata:

    Penganggu ketertiban halal ditembak mati. Presiden harus hidupkan lagi Petrus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *