RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok akan kembangkan konsep pertanian modern, tidak akan berfokus pada satu komoditas.
Sistemnya mengintegrasikan hortikultura, perikanan, greenhouse, hingga metode hidroponik dalam satu kawasan terpadu.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan integrasi ini menjadi kunci efisiensi produksi di wilayah perkotaan.
Pemkot Depok menetapkan tiga kecamatan sebagai tahap awal atau pilot project, yakni Tapos, Bojongsari, serta Limo atau Sukmajaya
โArtinya hortikultura dan perikanannya tersambung. Tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dalam satu sistem,โ ujar Dadan dalam keterangan yang diterima, Jumat (27/02/2026).
Dalam konsep tersebut, limbah dari satu sektor dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya sehingga mendekati prinsip zero waste. Teknologi greenhouse juga menjadi bagian penting dari sistem.
Konsep greenhouse hybrid artificial lighting memungkinkan tanaman tetap memperoleh suplai cahaya meskipun cuaca mendung.
“Tanaman umumnya membutuhkan enam jam cahaya matahari per hari,” terang Dadan.
Ketika intensitas cahaya berkurang, sistem pencahayaan buatan akan menggantikan kebutuhan tersebut.
“Dengan pendekatan ini, produktivitas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca,” jelas Dadan.
Untuk memastikan konsep terbaik, Pemkot Depok telah menggelar beauty contest pada 2025 guna mendapatkan desain dan perencanaan yang tepat.
Dari proses tersebut, terpilih satu konsep makro yang dinilai sesuai dengan visi pertanian modern Kota Depok. Namun dalam implementasinya, muncul tantangan dari sisi anggaran.
Perencanaan awal membutuhkan biaya cukup besar sehingga perlu dilakukan penyesuaian tanpa menghilangkan substansi utama.
โKonsep makronya memang besar dan biayanya besar. Maka kita menyesuaikan,โ ungkap Dadan.
Program ini akan memasuki tahap uji coba pada 2025, selanjutnya, pada periode 2026โ2029, pengembangan dilakukan secara bertahap.
Bangunan yang dirancang bersifat semi permanen dan disesuaikan dengan kondisi lahan serta kemampuan fiskal daerah. Setiap lokasi akan dikelola oleh tenaga khusus untuk memastikan operasional berjalan optimal.
โSatu lokasi satu pengelola khusus. Nanti jika sudah berjalan baik, kelompok tani dan masyarakat bisa dilibatkan,โ jelasnya.
Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting agar program ini tidak hanya menjadi proyek pemerintah, tetapi tumbuh sebagai ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan bertahap, integratif, dan berbasis teknologi, Pemerintah Kota Depok menegaskan komitmennya mewujudkan pertanian modern sebagai program unggulan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar