Lingkungan
Beranda » Berita » Jurnalis Ruzka Indonesia Djoni Satria Lolos Journalism Bootcamp Transisi Energi Berkeadilan Batch 4 PPMN

Jurnalis Ruzka Indonesia Djoni Satria Lolos Journalism Bootcamp Transisi Energi Berkeadilan Batch 4 PPMN

Jurnalis ruzkaindonesia.id, Djoni Satria. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Jurnalis Ruzka Indonesia, Djoni Satria, terpilih sebagai salah satu dari 12 jurnalis yang lolos seleksi Journalism Bootcamp Transisi Energi Berkeadilan Batch 4 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN). Program pelatihan ini akan berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur.

Bootcamp ini merupakan program penguatan kapasitas jurnalis yang berfokus pada peliputan isu transisi energi berkeadilan, khususnya dari perspektif kelompok rentan dan wilayah penghasil energi.

Seleksi peserta dilakukan secara ketat dan melibatkan jajaran pengurus serta Direktur Eksekutif PPMN sebagai juri, dengan mempertimbangkan latar belakang jurnalis, media asal, serta proposal liputan mendalam yang diajukan.

Dari puluhan pendaftar jurnalis media arus utama nasional dan daerah, hanya 12 peserta yang dinyatakan lolos. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Palembang, Purworejo, Cianjur, Balikpapan, Malang, Bandung, Kabupaten Tanah Laut, Banyuasin, Jambi, Samarinda dan Depok.

Mereka yang lolos tak hanya media nasional ternama tetapi juga media berbasis daerah yang selama ini aktif meliput isu lingkungan, energi, dan kebijakan publik.

Sampah Warga Tak Terangkut, Truk Antre di TPA Cipayung Depok

Terpilihnya Djoni Satria menegaskan konsistensi kerja jurnalistik yang selama ini ia tekuni, khususnya dalam mengangkat isu-isu kebijakan publik dan dampaknya terhadap masyarakat.

Program Penguatan Jurnalisme Isu Energi

Journalism Bootcamp Transisi Energi Berkeadilan Batch 4 dirancang sebagai ruang pembelajaran intensif bagi jurnalis untuk memperdalam pemahaman konseptual sekaligus praktik peliputan isu transisi energi. Selama tiga hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi dari para ahli energi, akademisi, praktisi kebijakan, serta jurnalis senior yang berpengalaman meliput isu lingkungan dan energi.

Isu transisi energi berkeadilan menjadi fokus utama karena perubahan sistem energi tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan target penurunan emisi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama mereka yang tinggal dan bekerja di wilayah penghasil energi fosil.

Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi bootcamp karena posisinya yang strategis sebagai salah satu pusat industri batu bara nasional, sekaligus wilayah yang tengah menghadapi tantangan besar dalam agenda transisi energi.

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

Dalam program ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoretis, tetapi juga diarahkan untuk merancang dan mematangkan proposal liputan mendalam yang berpotensi mendapatkan story grants.

Hibah liputan tersebut ditujukan untuk mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas tinggi yang mampu memperkaya diskursus publik mengenai transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Konsistensi Mengangkat Isu Publik

Bagi Djoni Satria, lolosnya ke dalam program ini menjadi pengakuan atas konsistensi kerja jurnalistik yang selama ini dijalani. Sebagai jurnalis Ruzka Indonesia, ia dikenal aktif mengangkat isu-isu kebijakan publik, sosial, dan lingkungan dengan pendekatan mendalam serta berbasis data. Dalam berbagai liputannya, Djoni kerap menempatkan suara masyarakat sebagai elemen penting dalam membaca dampak kebijakan.

“Isu transisi energi tidak bisa dilihat hanya dari sisi angka dan target nasional. Ada manusia, ada wilayah, dan ada kehidupan yang terdampak langsung. Di situlah jurnalisme harus hadir,” ujar Djoni.

Membangun Pertanian Terintegrasi di Pesantren, Salah Satu Inovasi Kompetisi PFsains

Menurutnya, jurnalisme memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa agenda transisi energi tidak berjalan secara elitis. Media perlu menjembatani kebijakan nasional dengan realitas di lapangan, terutama di wilayah penghasil energi fosil yang selama ini menopang kebutuhan energi nasional.

Kalimantan Timur sebagai Lokus Penting

Pemilihan Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai lokasi pelaksanaan bootcamp sekaligus menjadi momentum penting bagi peserta untuk melihat langsung dinamika transisi energi di wilayah penghasil batu bara. Selama puluhan tahun, industri pertambangan menjadi tulang punggung ekonomi daerah, namun juga menyisakan persoalan lingkungan dan sosial yang kompleks.

Dalam konteks inilah, konsep transisi energi berkeadilan menjadi relevan. Transisi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga sebagai upaya memastikan adanya perlindungan sosial, alternatif ekonomi, serta pemulihan lingkungan bagi masyarakat terdampak.

Melalui bootcamp ini, peserta diharapkan mampu menyusun liputan yang tidak berhenti pada narasi besar kebijakan, tetapi juga menggali pengalaman masyarakat di tingkat tapak. Pendekatan ini sejalan dengan semangat PPMN untuk mendorong jurnalisme yang berpihak pada kepentingan publik dan kelompok rentan.

Media Arus Utama dan Tanggung Jawab Narasi

Sebagai media daring yang fokus pada isu-isu perkotaan dan kebijakan publik, Ruzka Indonesia melihat partisipasi jurnalisnya dalam program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas liputan. Isu transisi energi berkeadilan dinilai akan menjadi salah satu isu penting dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan komitmen Indonesia menurunkan emisi dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Liputan yang dihasilkan dari program ini diharapkan mampu memperkaya perspektif pembaca, sekaligus menjadi rujukan dalam memahami dampak kebijakan energi terhadap kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan feature mendalam dan investigatif, jurnalisme diharapkan dapat mendorong diskusi publik yang lebih substantif dan berbasis fakta.

Dukungan Penuh dari Penyelenggara

PPMN dalam pengumumannya menyatakan bahwa seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan logistik peserta selama mengikuti bootcamp akan ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jurnalis dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang setara untuk mengikuti program, tanpa terkendala persoalan logistik.

Konfirmasi kehadiran peserta menjadi dasar bagi panitia untuk mengatur kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung. Dengan dukungan penuh ini, peserta diharapkan dapat fokus mengikuti rangkaian pelatihan dan diskusi yang telah disiapkan.

Harapan ke Depan

Keikutsertaan Djoni Satria dalam Journalism Bootcamp Transisi Energi Berkeadilan Batch 4 diharapkan dapat memperkaya perspektif dan kualitas liputan Ruzka Indonesia ke depan. Isu transisi energi akan terus berkembang dan membutuhkan liputan yang kritis, mendalam, serta berpihak pada kepentingan publik.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi ruang refleksi bagi jurnalis untuk melihat kembali peran media dalam mengawal perubahan besar yang sedang dan akan terjadi,” kata Djoni.

Melalui program ini, diharapkan lahir karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu mendorong keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan. Jurnalisme, pada akhirnya, menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan bahwa transisi energi benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak, bukan hanya segelintir kelompok. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom