RUZKA INDONESIA — Kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan mendorong lahirnya berbagai inisiatif berbasis penghijauan.
Salah satunya datang dari Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis di bidang kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.
Hizrah menjelaskan, perusahaannya telah berjalan selama dua tahun dan fokus pada penyediaan jasa penataan lanskap, koleksi tanaman hias, hingga pohon peneduh untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota.
โBandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri dan sehat,โ ujar Hizrah di dikawasan BSD, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Senin (16/03/2026).
Menurutnya, ketertarikan di bidang ini berangkat dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin masif. Ia menyoroti fenomena berkurangnya ruang hijau akibat pembangunan dan betonisasi yang berdampak pada menurunnya kualitas tanah, air, dan udara.
Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan meningkatnya berbagai persoalan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang dinilai semakin sering terjadi akibat buruknya kualitas udara.
โEkosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,โ katanya.
Keprihatinan tersebut semakin menguat saat pandemi COVID-19 melanda. Hizrah menilai, pandemi menjadi momentum refleksi bagi manusia untuk kembali memperhatikan keseimbangan alam.
Dalam praktiknya, Bandar Pohon Indonesia tidak hanya menjual tanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penghijauan. Hizrah bahkan menyarankan komposisi ideal dalam pembangunan rumah, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan demi menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.
Perusahaan ini juga aktif melakukan penyelamatan pohon dari berbagai daerah seperti Sumbawa, Bima, hingga Papua. Pohon-pohon yang terancam rusak atau ditebang kemudian dipindahkan dan dirawat kembali.
Di sisi bisnis, respons pasar disebut sangat positif. Permintaan datang dari berbagai segmen, mulai dari perumahan, hotel, kafe, hingga proyek pemerintah. Sejumlah pengembang besar juga telah menjalin kerja sama dalam penyediaan dan penataan lanskap.
Untuk mendukung operasional, perusahaan mengembangkan lahan pembibitan seluas hingga 20 hektare di Bogor.
Selain itu, Bandar Pohon Indonesia turut memberdayakan masyarakat dengan membeli tanaman hasil budidaya warga untuk memenuhi kebutuhan proyek.
Dalam pengelolaannya, perusahaan melibatkan tenaga ahli, termasuk lulusan dan pakar pertanian, guna memastikan kualitas tanaman serta pengendalian hama yang optimal.
Hizrah menegaskan, selain sebagai peluang bisnis, gerakan penghijauan juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
โPohon bukan sekadar estetika, tapi juga memberikan manfaat kesehatan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon dari sekarang,โ ujarnya.
Ke depan, Bandar Pohon Indonesia menargetkan ekspansi pasar ke berbagai sektor, termasuk kawasan wisata dan pengembangan kota hijau, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar