RUZKA INDONESIA — Pada 2027, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok akan menyiapkan strategi komprehensif untuk membenahi kemacetan sekaligus memperkuat sistem angkutan umum.
Hal tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan daya saing daerah menuju visi โBersama Depok Majuโ sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025โ2029.
Sektor transportasi memegang peran penting dalam mendorong produktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
โTransportasi yang efisien dan berkeselamatan akan mempercepat mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi. Ini bagian penting dari peningkatan daya saing Kota Depok,โ ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Zamrowi, dalam Forum OPD Dishub Kota Depok Tahun 2026.
Pada 2027, Dishub menargetkan rasio volume kendaraan terhadap kapasitas jalan (V/C Ratio) turun menjadi 0,69 serta kecepatan rata-rata kendaraan meningkat menjadi 35,2 kilometer per jam.
Selain itu, Indeks Reformasi Birokrasi ditargetkan mencapai angka 63 sebagai bagian dari transformasi tata kelola layanan publik.
Untuk mengurai kemacetan, intervensi akan dilakukan di sejumlah simpang prioritas. Di Simpang Pasar Pucung dan Simpang Arido, Dishub akan melakukan pemasangan perlengkapan jalan, rekayasa lalu lintas, penertiban pedagang kaki lima dan utilitas, perbaikan geometrik simpang, pelebaran jalan dari 5,5 meter menjadi 14 meter, serta pemasangan traffic light.
Penanganan juga dilakukan di tiga simpang wilayah Sukmajaya, yakni Simpang Al-Huda, Simpang KSU, dan Simpang Raden Saleh.
Di titik tersebut akan dilaksanakan perbaikan geometrik, pelebaran jalan, pembebasan lahan sekitar 2.974 meter persegi, serta pemasangan traffic light terkoordinasi.
โPenanganan simpang ini kami prioritaskan karena menjadi titik kepadatan utama. Dengan rekayasa yang tepat, arus lalu lintas bisa lebih lancar dan aman,โ ungkap Zamrowi.
Di sisi angkutan umum, Dishub Kota Depok akan mempercepat pengembangan Simpul Transportasi Pondok Rajeg sebagai pusat integrasi moda. Kebutuhan lahan park and ride pada 2023 sebesar 1.037,1 meter persegi dan diproyeksikan meningkat menjadi 4.638,7 meter persegi pada 2041.
Total kebutuhan lahan terminal penumpang dan park and ride mencapai 7.554 meter persegi, dengan alternatif lahan kosong sekitar 58.078 meter persegi.
“Pengembangan ini dilakukan seiring rencana peningkatan frekuensi KRL menjadi 30 menit sekali serta penataan ulang trayek angkutan agar terintegrasi,” jelas Zamrowi.
Selain itu, lanjut Zamrowi, Terminal Sawangan akan direvitalisasi melalui revisi Detail Engineering Design (DED) dan penataan fasilitas. Saat ini luas lahan terminal 6.344 meter persegi, namun 3.600 meter persegi telah terbangun menjadi Pasar Sawangan sehingga tersisa 2.744 meter persegi untuk fungsi terminal. Dengan operasional 12 unit Transjakarta, enam unit JRC, lima unit JAC, dan rencana tambahan 15 unit Teman Bus, diperlukan penambahan lajur bus, ruang tunggu yang nyaman, kantor petugas, serta akses masuk terpisah dari area pasar.
Keberhasilan koridor Teman BusโTrans Depok rute Terminal DepokโStasiun LRT Harjamukti dengan 15 armada, panjang lintasan 34 kilometer, 44 titik pemberhentian, dan 5.900 penumpang per hari menjadi pijakan pengembangan layanan lanjutan. Dishub menargetkan jangkauan layanan angkutan umum mencapai 35 persen melalui penambahan koridor dan re-routing angkutan kota sebagai feeder.
Dalam mendukung operasional, Dishub Kota Depok juga akan menambah motor patroli, motor Tim Reaksi Cepat (TRC), serta tiga unit mobil derek guna mempercepat penanganan gangguan lalu lintas.
Pada aspek infrastruktur pendukung, dari total 21.002 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Depok, sebanyak 8.744 unit telah menggunakan LED dan 12.258 masih non-LED. Tahun 2027 akan dilakukan rehabilitasi jaringan, penggantian lampu ke LED, serta pemasangan PJU baru di titik yang belum terlayani.
Dishub Kota Depok juga menyiapkan pengadaan perlengkapan pengujian kendaraan listrik beserta pelatihan teknis bagi petugas sebagai bagian dari adaptasi transportasi ramah lingkungan.
Dengan strategi tersebut, Dishub optimistis pembenahan kemacetan dan penguatan angkutan umum pada 2027 dapat berjalan optimal serta meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat Kota Depok.
โKami ingin sistem transportasi Depok semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi keselamatan. Semua program ini diarahkan untuk mendukung Depok Maju,โ pungkas Zamrowi. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar