RUZKA INDONESIA — Jika ada satu lagu yang selalu disebut saat membahas cinta sejati, maka “Endless Love” adalah jawabannya.
Lagu dirilis pada 1981 ini menjadi duet legendaris antara Lionel Richie & Diana Ross, sekaligus salah satu lagu cinta paling ikonik sepanjang masa.
Endless Love bukan sekadar hits, tetapi simbol perasaan terdalam dua insan yang saling berjan untuk mencintai tanpa akhir.
Lahir dari Emosi yang Tulus
Endless Love ditulis oleh Lionel Richie sebagai soundtrack film dengan judul yang sama. Namun, kekuatan lagu ini justru berdiri kokoh bahkan tanpa harus menonton filmnya.
Liriknya sederhana, jujur, dan penuh kehangatan —tentang keyakinan bahwa cinta sejati tidak membutuhkan janji besar, cukup kesetiaan dan kehadiran.
“Two hearts, two hearts that beat as one..’ Kalimat ini menjadi salah satu lirik paling romantis dalam sejarah musik pop.
Duet yang Sempurna
Perpaduan suara Diana Ross yang lembut dan elegan dengan vokal Lionel Richie yang hanga menciptakan harmoni emosional yang sulit ditandingi.
Tak berlebihan jika lagu ini sering disebut seba duet romantis terbaik sepanjang masa. “Endless Love” merajai tangga lagu dunia dan hingga kini masih:
Diputar di Pesta Pernikahan
Digunakan sebagai lagu perpisahan penuh ma Menjadi simbol cinta yang dewasa dan tulus dan versi lain yang tak kalah ikonik kesuksesan lagu ini melahirkan banyak versi, namun yang paling dikenal adalah:
Luther Vandross & Mariah Carey (1994)
Versi ini menghadirkan nuansa R&B modern dengan vokal kuat dan emosional, membuat “Endless Love” kembali hidup untuk generasi baru tanpa kehilangan ruh aslinya.
@ Mengapa “Endless Love” Begitu Abadi? Karena lagu ini tidak berisik, tidak berlebihan, « tidak mencoba memaksa emosi.
la mengalir perlahan, seperti cinta sejati itu sendiri—tenang, setia, dan bertahan.
Di tengah banyak lagu cinta yang datang dan pergi, “Endless Love” tetap berdiri sebagai lagu tentang cinta yang matang, bukan sekadar ras tetapi komitmen.
Lebih dari empat dekade berlalu, “Endless Love” masih mampu membuat pendengarnya tersenyum, terdiam, bahkan menitikkan air mata. Sebuah bukti bahwa lagu yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan jalannya ke hati manusia. (***)
Jurnalis: Ruzka Azra Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar