Ekonomi
Beranda ยป Berita ยป Bupati Majalengka Gandeng Baznas dan Kampus, Targetkan Satu Desa Satu Sarjana

Bupati Majalengka Gandeng Baznas dan Kampus, Targetkan Satu Desa Satu Sarjana

Agus Asri Sabana, memaparkan skema dan kerjasama dalam program SDSS di kantornya. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan komitmennya merealisasikan program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Majalengka serta sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Majalengka (UNMA).

Program ini menjadi bagian dari visi-misi Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing masyarakat desa.

Program SDSS dirancang untuk memberi akses pendidikan tinggi kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan sedikitnya 343 mahasiswa sesuai jumlah desa dan kelurahan dapat menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana selama masa jabatan Eman Suherman.

Eman menjelaskan, program tersebut telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Majalengka.

Ia juga meluruskan pemahaman publik terkait Kartu Hade yang disosialisasikan saat masa kampanye. Menurut dia, kartu tersebut bukan alat untuk memperoleh bantuan, melainkan catatan rencana program yang menjadi pengingat komitmen politiknya.

Dana SIGAP Baznas Majalengka Disalurkan ke Ratusan Sekolah, Ini Besarannya

โ€œDalam Kartu Hade tercantum Program Satu Desa Satu Sarjana yang menyasar keluarga miskin. Ini adalah perwujudan program yang sudah tertuang dalam RPJMD,โ€ kata Eman kepada wartawan usai Festival Yanlik 2025 di Majalengka, Selasa, 23 Desember 2025.

Pada tahap awal, pemerintah daerah telah meluncurkan beasiswa bagi 70 mahasiswa aktif yang berasal dari enam perguruan tinggi di Kabupaten Majalengka. Eman menyebut, jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap mulai 2026.

โ€œHari ini kita launching 70 orang dulu. Tahun depan kita bertahap. Harapan saya, 343 sarjana di setiap desa dan kelurahan bisa tercapai dalam masa jabatan saya, bahkan kalau bisa lebih,โ€ ungkap Eman.

Ia mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan utama. Karena itu, pemerintah daerah memilih membuka ruang kolaborasi dengan Baznas dan berbagai pemangku kepentingan lain.

โ€œProgram ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kita harus melakukan inovasi dan kolaborasi,โ€ katanya.

Pada 2027, Depok Targetkan 100 Persen Layanan Pajak dan Retribusi Digital

Ketua Baznas Majalengka, Agus Asri Sabana mengatakan program SDSS merupakan terobosan strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin. Menurut dia, pembiayaan program dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Baznas.

Agus menjelaskan, 70 penerima beasiswa saat ini merupakan mahasiswa aktif yang mengalami kendala biaya kuliah. Ke depan, skema bantuan akan diperluas agar beasiswa dapat diberikan sejak mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi.

โ€œPenerima beasiswa tersebar di enam kampus, yakni Universitas Majalengka, Universitas Sindangkasih, Universitas YPIB, Instbunas, Politeknik Mardira Indonesia, dan STAI PUI,โ€ kata Agus saat ditemui di kantornya.

Baznas Majalengka juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di luar daerah, termasuk kampus yang memiliki jejaring dengan perusahaan di Jepang. Salah satunya Universitas Teknologi Bandung (UTB).

Melalui skema ini, mahasiswa berkesempatan menempuh kuliah daring sambil bekerja di Jepang, dengan fokus pendidikan pada jenjang sarjana strata satu.

Zakat Fitrah 1447 H, Baznas Depok Tetapkan Sebesar Rp 45 Ribu

Adapun syarat penerima beasiswa, menurut Agus, meliputi status sebagai warga Kabupaten Majalengka, terdaftar dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) Kementerian Sosial, serta memiliki prestasi akademik.

โ€œBeasiswa yang diberikan berupa biaya kuliah. Untuk tahun 2025, besarannya Rp 3,5 juta per mahasiswa per semester,โ€ ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Majalengka, Baznas Majalengka, dan enam perguruan tinggi dilakukan bertepatan dengan Festival Yanlik 2025. Agus berharap program tersebut dapat berdampak signifikan terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka, khususnya pada sektor pendidikan.

โ€œIni terobosan luar biasa dari Pak Bupati. Jika konsisten dijalankan, kualitas pendidikan dan IPM Majalengka akan meningkat jauh,โ€ pungkas Agus. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
(rusdynurdiansyah69@gmail.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom