Nasional
Beranda ยป Berita ยป BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Gencarkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial, Dari RT dan RW hingga Rumah Ibadah

BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang Gencarkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial, Dari RT dan RW hingga Rumah Ibadah

BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang menggelar sosialisasi Gerakan Sadar Jaminan Sosial kepada masyarakat di Desa Sukakerta. Edukasi dilakukan secara langsung menyasar lingkungan RT dan RW hingga rumah ibadah. (Foto: Lanin Alawin)

RUZKA INDONESIA โ€” Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri Bekasi dan Cikarang, masih tersisa persoalan mendasar: rendahnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Menjawab tantangan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang menggeser pendekatan layanan dari berbasis kantor menjadi berbasis komunitas, dengan menyasar langsung lingkungan RT/RW dan rumah ibadah sebagai pusat interaksi masyarakat.

Upaya tersebut kemudian diterjemahkan dalam program konkret di lapangan melalui Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang dirancang sebagai instrumen utama untuk menjangkau pekerja informal yang selama ini belum terakomodasi secara optimal.

Program ini tidak lagi hanya mengandalkan pola sosialisasi konvensional. BPJS Ketenagakerjaan aktif turun ke lapangan, menyasar masyarakat hingga ke tingkat paling bawahโ€”RT/RW, desa, serta komunitas berbasis keagamaanโ€”sebagai langkah memperluas akses dan pemahaman terhadap jaminan sosial.

Kondisi ini menjadi krusial mengingat masih banyak pekerja informalโ€”mulai dari pedagang kaki lima, ojek online, buruh harian, hingga pelaku UMKMโ€”yang belum tersentuh sistem perlindungan sosial.

Melihat realitas tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang mengambil langkah strategis dengan mendekatkan layanan ke masyarakat, alih-alih menunggu peserta datang ke kantor.

Di Balik Santunan Rp42 Juta: Kisah Aday, Petani Sederhana yang Tinggalkan Perlindungan untuk Keluarganya

Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang, Ridwan, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut.

Dari Pemetaan Wilayah hingga Booth Layanan

Program ini dijalankan secara sistematis. Tahapan awal dimulai dari pemetaan potensi wilayah kerja untuk mengetahui kantong-kantong pekerja yang belum terlindungi.

Setelah itu, BPJS Ketenagakerjaan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempatโ€”mulai dari kecamatan, kelurahan/desa, hingga pengurus RT/RW. Bahkan, rumah ibadah juga dilibatkan sebagai pusat sosialisasi.

Pendekatan ini dinilai efektif karena masyarakat lebih mudah menerima informasi melalui lingkungan yang sudah mereka percaya.

Polsek Sukawening Polres Garut Lakukan Pengecekan Bencana Tanah Longsor di Sukawening

Tidak berhenti di situ, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka booth layanan di titik-titik strategis agar masyarakat bisa langsung mendaftar tanpa harus datang ke kantor cabang.

Ridwan menjelaskan, langkah ini bertujuan mempercepat proses akuisisi peserta sekaligus memastikan masyarakat benar-benar memahami manfaat program.

Ridwan, Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang. (Foto: Lanin Alawin)

โ€œKami hadirkan layanan langsung di lokasi. Jadi setelah sosialisasi, masyarakat bisa langsung daftar di tempat. Ini yang membuat program berjalan lebih efektif,โ€ jelasnya kepada RUZKA INDONESIA, Kamis (2/4/2026) usai sosialisasi Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kantor Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Peran Agen Perisai: Ujung Tombak di Lapangan

Salah satu kekuatan utama dalam program ini adalah keberadaan Agen Perisaiโ€”perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan di tengah masyarakat.

Satpolairud Polres Garut dan Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang

Agen Perisai bukan sekadar petugas lapangan, tetapi juga menjadi edukator, pendamping, bahkan problem solver bagi masyarakat.

โ€œAgen Perisai menjadi ujung tombak kami. Mereka bukan hanya membantu pendaftaran, tapi juga memastikan peserta memahami hak dan manfaatnya. Bahkan mereka ikut mendampingi jika terjadi klaim,โ€ kata Ridwan.

Keberadaan Agen Perisai menjadi sangat penting terutama dalam menjangkau pekerja informal yang cenderung belum familiar dengan sistem jaminan sosial.

Dari Keraguan ke Kesadaran

Di salah satu sudut wilayah Cikarang, seorang pedagang makanan keliling, sebut saja Darto (45), awalnya mengaku tidak pernah berpikir tentang jaminan sosial.

Baginya, bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga sudah cukup berat. Membayar iuran dianggap sebagai beban tambahan.

Namun pandangannya berubah setelah bertemu dengan Agen Perisai yang datang langsung ke lingkungannya.

โ€œAwalnya saya pikir ini tidak penting. Tapi setelah dijelaskan, ternyata kalau terjadi kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan, keluarga saya tetap ada yang menanggung,โ€ ujar Darto.

Kini, ia telah menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Cerita seperti Darto bukanlah satu-satunya. Banyak pekerja informal lainnya yang mulai sadar setelah mendapatkan edukasi langsung.

Suara dari Lapangan: Perjuangan Agen Perisai

Peran Agen Perisai di lapangan tidak selalu mudah. Mereka harus menghadapi berbagai penolakan, keraguan, hingga minimnya pemahaman masyarakat.

Salah satu Agen Perisai Lavandafood MDH, Winda Sri Rahayu, menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke masyarakat.

โ€œTidak semua masyarakat langsung menerima. Banyak yang awalnya ragu, bahkan ada yang menolak. Tapi kami tidak menyerah, kami jelaskan pelan-pelan sampai mereka benar-benar paham,โ€ ujar Winda.

Menurutnya, pendekatan personal menjadi kunci keberhasilan.

โ€œKami harus sabar dan membangun kedekatan. Kadang kami ngobrol santai dulu, baru masuk ke penjelasan soal BPJS Ketenagakerjaan. Dari situ mereka mulai terbuka,โ€ katanya.

Winda juga mengaku merasa bangga ketika melihat masyarakat akhirnya sadar dan mau menjadi peserta.

โ€œAda kepuasan tersendiri ketika mereka akhirnya daftar dan bilang โ€˜ternyata ini penting yaโ€™. Apalagi kalau mereka cerita ke tetangga lainnya, itu jadi efek berantai,โ€ tambahnya.

Kolaborasi dengan Wadah Perisai

Dalam pelaksanaannya, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng berbagai mitra, salah satunya Wadah Perisai Lavandafood MDH Bekasi Cikarang.

Wadah ini berperan aktif dalam memperluas jangkauan program hingga ke masyarakat lapisan bawah.

Ketua Wadah Perisai Lavandafood MDH Bekasi Cikarang, Lanin Alawin, mengatakan bahwa pendekatan langsung menjadi kunci keberhasilan program.

Lanin Alawin, Ketua Wadah Perisai Lavandafood MDH Bekasi Cikarang. (Foto: Dokumentasi Lanin Alawin)

โ€œKami turun langsung ke masyarakat, bahkan door to door. Kami temui pelaku UMKM, pedagang kecil, pekerja harian. Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak tahu, sekarang mulai sadar pentingnya jaminan sosial,โ€ ungkap Lanin.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada sistem, melainkan pada pemahaman masyarakat.

โ€œBanyak yang mengira ini mahal atau rumit. Padahal iurannya sangat terjangkau. Tugas kami adalah menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami,โ€ katanya.

Membangun Kepercayaan Masyarakat

Selain edukasi, faktor kepercayaan juga menjadi kunci utama. Masyarakat cenderung lebih percaya jika informasi datang dari orang yang mereka kenal atau berada dalam lingkungan yang sama.

โ€œPendekatan komunitas membuat masyarakat lebih terbuka. Kami tidak datang sebagai orang luar, tapi sebagai bagian dari mereka. Itu yang membuat program ini diterima dengan baik,โ€ jelas Lanin.

Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya membantu pendaftaran, tetapi juga memastikan peserta tetap aktif.

โ€œKami dampingi terus. Bahkan kalau ada kendala, kami bantu. Jadi masyarakat merasa tidak sendiri,โ€ tambahnya.

Program ini juga diperkuat melalui kegiatan Perisai Aktif, yaitu pendataan dan akuisisi peserta secara langsung di lapangan. Melalui kegiatan ini, tim tidak hanya menunggu, tetapi aktif menjemput bola ke masyarakat. Mulai dari pasar tradisional, lingkungan permukiman, hingga tempat usaha kecil menjadi target utama, dan langkah ini terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah peserta secara signifikan.

Berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil di lapangan.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Keberadaan program ini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak sedikit peserta yang akhirnya mendapatkan perlindungan saat mengalami risiko kerja.

Mulai dari santunan kecelakaan kerja, jaminan kematian, hingga manfaat jaminan hari tua menjadi bukti nyata bahwa program ini bukan sekadar formalitas.

Ridwan menegaskan, tujuan utama dari gerakan ini adalah memastikan seluruh pekerja mendapatkan hak yang sama.

โ€œKami ingin semua pekerja, baik formal maupun informal, memiliki perlindungan. Karena risiko kerja bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja,โ€ tegasnya.

Menuju Perlindungan Universal

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Cikarang optimistis dapat meningkatkan cakupan kepesertaan secara signifikan.

Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya besar menuju universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

Namun, Ridwan mengakui bahwa tantangan masih ada, terutama dalam mengubah mindset masyarakat.

โ€œIni bukan pekerjaan sehari dua hari. Tapi kami yakin, dengan kolaborasi semua pihak, kesadaran masyarakat akan terus meningkat,โ€ ujarnya.

Harapan ke Depan

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan ini. Mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga pelaku usaha diharapkan dapat berperan aktif.

Karena pada akhirnya, perlindungan pekerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

โ€œIni adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi pekerja. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pekerja yang merasa sendirian ketika menghadapi risiko kerja. Karena di balik setiap pekerja, ada keluarga yang menunggu kepastian dan perlindungan,โ€ pungkas Ridwan. (***)

Jurnalis/Editor: Djoni Satria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom