RUZKA INDONESIA; KABUPATEN SOLOK โ Upaya pemulihan pendidikan pascabanjir di Sumatra Barat terus berjalan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat menyalurkan 1.476 buku bacaan untuk tiga sekolah terdampak di Kabupaten Solok, Rabu (4/2/2026).
Bantuan ini menyasar SDN 09 Selayo, SDN 05 Selayo, dan SMPN 1 Kubung. Selain buku, sekolah juga menerima bantuan dana pendidikan untuk mendukung pemulihan sarana belajar yang rusak akibat banjir.
Kepala SDN 05 Selayo, Erlinawati, mengaku kehadiran buku menjadi kebutuhan mendesak setelah banyak koleksi sekolah hanyut. โBuku-buku anak kami rusak dan terbawa banjir. Bantuan ini sangat kami butuhkan agar kegiatan belajar bisa kembali berjalan,โ ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Nila Kesumawati, menegaskan peran vital buku dalam proses belajar. โMeja kursi bisa menyusul, anak-anak masih bisa belajar sederhana. Tapi tanpa buku, pembelajaran tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya,โ katanya.
Pandangan ini sejalan dengan pendekatan yang diambil Kemendikdasmen: literasi sebagai pintu pemulihan.
Literasi untuk Pulihkan Psikologis Anak
Kepala Balai Bahasa Sumatra Barat, Rahmat, menyebut bantuan buku bukan hanya untuk kebutuhan akademik, tetapi juga pemulihan psikososial siswa.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, berharap buku-buku tersebut mampu menyalakan kembali semangat belajar anak.
โKami ingin anak-anak merasakan bahwa negara hadir mendampingi mereka di masa sulit,โ ucap Dora saat penyerahan bantuan.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan alasan pendekatan literasi dipilih dalam fase pemulihan pascabencana. โMembaca dan mendengarkan cerita membantu anak menenangkan emosi, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, dan kembali ke rutinitas belajar yang memberi rasa stabil.โ
Menurut Hafidz, buku dalam situasi ini bukan sekadar bahan bacaan, melainkan media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif.
Bagian dari Pemulihan 242 Sekolah
Penyaluran di Solok merupakan bagian dari program pemulihan pendidikan yang menjangkau 242 sekolah terdampak di Sumatra Barat. Hingga awal Februari, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 3.756 eksemplar buku serta voucer pendidikan senilai Rp340 juta.
Setiap sekolah menerima bantuan antara Rp5 juta hingga Rp25 juta, disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami. Distribusi dilakukan bertahap pada 29โ31 Januari dan 4 Februari 2026.
Melalui langkah ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menjaga hak belajar anak tetap terpenuhi, bahkan di tengah situasi bencana. Di Solok, ketika air telah surut, buku-buku datang membawa harapan baru bagi ruang-ruang kelas yang sempat terhenti.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto


Komentar