RUZKA INDONESIA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melalui Tim Kerja Gizi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) mengadakan Kegiatan Orientasi Pencegahan Stunting melalui Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan serta Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) bagi lintas sektor.
Adapun kegiatan tersebut melibatkan para kader Posyandu, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan guru PAUD.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita serta PMBA di lingkungan dan wilayah kerja masing-masing.
โPeserta diberikan edukasi dan dibekali penggunaan alat antropometri terstandar serta Buku KIA sebagai panduan PMBA sekaligus alat pencatatan dan pelaporan,โ ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok, Frovira Brilyandini, Jumat (14/08/2026).
Dia menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam tujuh angkatan yang dimulai pada 11 hingga 31 Agustus mendatang.
“Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 63 guru PAUD, 63 kader Posyandu, dan 14 kader PKK yang tersebar di 63 kelurahan dan 11 kecamatan se-Kota Depok,” terang Frovira.
Menurut Frovira, kegiatan ini menjadi sangat krusial mengingat peran strategis para peserta sebagai garda terdepan dalam berinteraksi dengan anak-anak dan orang tua.
Peran tersebut dilakukan melalui penimbangan dan pengukuran antropometri bulanan di Posyandu, penyuluhan gizi keluarga oleh kader PKK, hingga stimulasi pertumbuhan dan perkembangan di satuan PAUD.
โKader Posyandu, kader PKK, dan guru PAUD merupakan mitra strategis Puskesmas yang berinteraksi langsung dan rutin dengan balita, anak usia pra sekolah, serta orang tua maupun pengasuh. Harapannya, dengan peran seluruhnya dapat berdampak pada cakupan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Kota Depok. Sehingga dapat mewujudkan Kota Depok menuju zero new stunting,” pungkas Frovira. (***)
Jurnalis: Hani
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com










